META Terbuka Akuisisi Ruas Tol Dalam Kota - Pacu Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis di jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) membuka diri untuk mengakuisisi beberapa ruas tol dalam kota yang bakal di lepas. Namun, fokus perseroan ketika ingin mengakuisisi kepemilikan hanya pada jalan tol yang ada di dalam kota tersebut, sedangkan untuk jalan tol Trans Jawa atau Trans Sumatera tidak akan dimasuki.

Chief Operating Officer Nusantara Infrastructure, Omar Danni Hasan mengatakan, perseroan membidik ruas tol dalam kota di Bandung dan Surabaya. Sementara untuk proyek jalan tol Sumatera masih kurang menarik. “Dalam proyek jalan tol di dalam kota, perseroan tentunya akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN agar lebih mudah,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, perseroan tidak bisa menyiapkan dana terlebih dahulu sebelum ada target yang dibidik. Bagaimanapun pergeseran keuangan itu mahal sehingga alokasi dana bisa digunakan sesuai kebutuhan. Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 2 triliun.

Menurut Danni Hasan, belanja modal tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk ekspansi bisnis jalan tol saja tetapi lini bisnis lainnya seperti energi dan air bersih.”Untuk pendanaan belanja modal yang resmi ada dalam bujet dan pasti keluar itu sekitar Rp 2 triliun. Namun, apabila perseroan melakukan pembelian aset dan rehabilitasi maka jumlah tersebut yang belum bisa diperkirakan,”ujarnya.

Disampaikannya, dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal perseroan. Dimana penggunaan 60% di proyek jalan tol dan sisanya di air bersih dan energi. Tercatat hingga kuartal pertama 2019, penggunaan dana belanja modal baru mencapai Rp 300 miliar atau masih rendah karena adanya perubahan kondisi di lapangan.

Kata Omar Danni, harusnya sampai semester satu ini sudah terserap lebih dari sekitar Rp 1 triliun. Namun karena ada situasi tertentu membuat pengerjaannya berhenti. “Jadi waktu kita mau bangun, di bawah tanah ada kabel dan lain, dari situ berhenti karena memindahkan kabel-kabel saja butuh waktu tiga bulan. Jadi waktunya mundur dan habis,”paparnya.

Menurut Omar, untuk proyek jalan tol, opsi pengembangan bisnis tersebut tidak terlalu banyak dan menunggu, sementara tawaran dari public partnership juga masih sedikit. Kendati demikian, Perseroan selalu membuka kesempatan dan peluang bagi siapa saja yang ingin bekerja sama. “Realisasinya juga tidak gampang apalagi sudah dari tahun-tahun sebelumnya kita coba dan belum ada yang berhasil,”jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pengaturan Jam Operasional Kontainer di Jalan Tol

Penyebab kemacetan semakin parah di Jalan Tol Cikampek saat ini disebabkan tidak adanya pengaturan jam operasional sehingga volume jalan bebas…

Dandim 0607 : Kita Terus Kawal Sektor Pertanian - Kodim 0607 Kota Sukabumi Lakukan Pendampingan Empat Wilayah Rawan Pangan

Dandim 0607 : Kita Terus Kawal Sektor Pertanian Kodim 0607 Kota Sukabumi Lakukan Pendampingan Empat Wilayah Rawan Pangan NERACA Sukabumi…

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota

Pemekaran Kota Palembang Harus Persetujuan DPRD dan Wali Kota NERACA Palembang - Pemekaran Wilayah Seberang Ulu Kota Palembang menjadi Kabupaten…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan Urban Jakarta Tumbuh 195%

Kuartal pertama 2019, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) mencatatkan pendapatan Rp117,9 miliar atau naik 195% dibanding priode yang sama…

HOKI Taksir Penjualan Semester I Tumbuh 15%

NERACA Jakarta – Meskipun mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2019 karena telat panen, emiten produsen beras kemasan PT…

Siapkan Capex Rp 28 Miliar - Bali United Bidik Laba Operasi Rp 10 Miliar

NERACA Jakarta – Menjadi klub sepakbola pertama di Asean yang sahamnya tercatat di pasar modal, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk…