IHSG Masih Dibayangi Aksi Penolakan BBM

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 9,854 poin (0,24%) ke level 4.031,705. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis ke level 1,703 poin (0,24%) ke level 695.107. Aksi ambil untung diakhir perdagangan memaksa indeks BEI harus di zona merah.

Kata research analyst PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) Purwoko Sartono, penurunan indeks selain dipicu aksi ambil untung juga faktor luar negeri yang memproyeksikan pelemahan pertumbuhan ekonomi Cina dan Eropa, “Kami melihat untuk jangka pendek pergerakan indeks akan dibayangi oleh sentimen negatif dari kenaikan BBM, meski demikian momentum pengumuman laporan kinerja 2011 menjelang tenggat waktu akhir bulan ini dapat menjadi penahan turunnya indeks,"katanya di Jakarta Senin (26/3)

Berikutnya, indeks Selasa diproyeksikan masih akan tertekan seiring dengan derasnya sentimen negative dari dalam negeri soal adanya aksi unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Indeks sendiri diproyeksikan akan bergerak di level 4.020-4.025.

Pada perdagangan kemarin, tercatat sektor yang mengalami pelemahan dipimpin oleh sektor perkebunan sebesar 1,2%, sektor properti sebesar 0,9% dan pertambangan serta aneka industri masing-masing sebesar 0,7%.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 336,914 miliar di seluruh pasar. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 98.977 kali pada volume 6,583 juta lot saham senilai Rp 3,824 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 177 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Hero Supermarket (HERO) naik Rp 1.500 ke Rp 19.400, Mayora (MYOR) naik Rp 550 ke Rp 19.100, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 425 ke Rp 2.450, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 41.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 ke Rp 71.600, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 139.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 21.050, dan BFI Finance (BFIN) turun Rp 450 ke Rp 4.750.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI melemah 15,172 poin (0,38%) ke level 4.026,387. Sementara Indeks LQ 45 turun 3,660 poin (0,53%) ke level 693,150. Investor masih memantau perkembangan situasi ekonomi China yang diprediksi akan melambat tahun ini. Jika hal itu benar-benar terjadi, maka ekonomi Asia yang selama ini sangat dipengaruhi oleh China akan ikut melambat.

Investor pun bermain aman dengan memilih keluar sejenak dari lantai bursa. Tekanan jual terjadi di seluruh lapisan saham, terutama berbasis aneka industri. Sembilan sektor terjebak di zona merah, sementara satu sektor masih bertahan di teritori positif yaitu sektor industri dasar. Naiknya harga komoditas dunia pun belum mampu mengangkat harga saham-saham.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 51.558 kali pada volume 3,675 juta lot saham senilai Rp 2,248 triliun. Sebanyak 83 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 19.000, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 375 ke Rp 2.400, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 41.800, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 12.150.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 71.000, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 650 ke Rp 52.100, BFI Finance (BFIN) turun Rp 400 ke Rp 4.800, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 12.100.

Diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik 9,39 poin atau 0,23% ke posisi 4.050,95. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,39 poin atau 0,34% ke posisi 699,20 poin. "Bursa AS dan Eropa relatif bergerak melemah dalam dua hari perdagangan Akhir pekan lalu yang memfaktorkan sentimen negatif dari rilis data manufaktur negara China, Jerman dan Perancis yang turun," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia menambahkan, bursa saham Asia pagi dibuka fluktuasi setelah melemah sekitar satu persen di akhir pekan lalu memfaktorkan perlambatan sektor properti AS dan koreksi yang terjadi di harga komoditas

Selain itu, lanjut dia, pada pekan ini pasar akan mengantisipasi rilis laporan keuangan tahun buku 2011 sepanjang pekan ini. Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, perdagangan indeks BEI Senin awal pekan secara teknikal akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat. Alasannya, data tingkat klaim pengganguran AS serta data manufaktur uni Eropa, dapat memberikan sentimen terhadap indeks BEI.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 65,82 poin (0,32%) ke level 20.602,98, indeks Nikkei-225 naik 14,23 poin (0,14%) ke level 10.025,70 dan Straits Times melemah 6,35 poin (0,50%) ke level 2.983,73.(bani)

Related posts