Madusari Murni Tebar Dividen Rp 28,27 Miliar

NERACA

Jakarta - Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) memutuskan mengalokasikan 30% atau senilai Rp28,27 miliar dari laba bersih di tahun 2018 senilai Rp94,24 miliar untuk dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.“Pembagian dividen akan dilakukan satu bulan kedepan pasca RUPS,” kata Direktur Utama Madusari Murni Indah, Adikin Basirun di Jakarta, Selasa (21/5).

Adikin mengungkapkan bila selain pembagian dividen, dalam RUPS perseroan dengan pemegang saham bersepakat untuk memperpanjang dan menambah fasilitas bank serta melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris.Dimana, perseroan menyetujui pengunduran diri Henny Rustanto selaku komisaris perseroan. Adikin Basirun sebagai komisaris independen, Arief Goenadibrata dari jabatan direktur utama dan Yonky Saputra Sim sebagai direktur indepen.

Lalu, perseroan pun mengangkat menggantikan Rodolfo C Balmater selaku komisaris independen, Adikin Basirun sebagai Direktur Utama, Jose G Tan Direktur.”Pengangkatan ini efektif sejak ditutupnya RUPS, dimana masa jabatan akan mengikuti masa jabatan dari anggota Direksi dan Komisaris yang lain,”ungkapnya.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 200 miliar untuk pengembangan bisnis dan termasuk penambahan kapasitas produksi. Diharapkan dengan penambahan kapasitas produksi tersebut, MOLI bisa membukukan pertumbuhan naik 20%. Selain menambah kapasitas produksi guna memacu pertumbuhan bisnis, lanjut Adikin, perseroan juga menggenjot pasar ekspor yang ditargetkan tumbuh3% sampai 5%.

Saat ini, pasar ekspor perseroan ada di lima negara dan diantaranya Singapura, Filipina dan Vietnam. Kedepan perseroan juga tengah menjajaki pasar baru yakni Thailand, Australia dan Jepang. Di kuartal pertama tahun ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan Rp 283 miliar atau tumbuh 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 277 miliar.

Sedangkan beban pokok penjualan turut naik 2,2% year on year (yoy) menjadi Rp 180 miliar di triwulan pertama tahun ini. Adapun laba kotor MOLI tercatat naik tipis 0,9% dari Rp 101 miliar di kuartal pertama tahun 2018 menjadi Rp 102 miliar di periode yang sama tahun ini. Setelah dikurangi pos beban lainnya, didapatilah laba bersih perseroan senilai Rp 31,3 miliar di tiga bulan pertama 2019 atau naik kurang dari 1% dibandingkan kuartal pertama 2018 senilai Rp 31 miliar.

MOLI sendiri diketahui memiliki pabrik dengan kapasitas 80 juta liter per tahun dan utilitasnya sudah 100%. Perusahaan memang berencana menambah satu lagi pabrik di Lampung dengan kapasitas 50 juta liter per tahunnya, hanya saja masih tertunda dan salah satu penyebabnya soal ketidakpastian regulasi.

Sejauh ini penjualan masih didominasi lokal sebanyak 60% dan sisanya ekspor sekitar 40%. Salah satu pelanggan besar perseroan ialah perusahaan beverages asal Filipina bernama Tanduay Distiller Inc. yang sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menyumbang Rp 94 miliar bagi revenue MOLI, atau naik 9,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 86 miliar.

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…