Bentoel Ubah Kegiatan Usaha Jadi Konsultasi

NERACA

Jakarta – Diversifikasi bisnis, PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) akan mengubah kegiatan usaha utamanya dari semula di manufaktur dan perdagangan rokok menjadi aktivitas konsultasi manajemen. Dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (14/5), perseroan berencana menyampaikan usulan kegiatan usaha utama ini kepada pemegang saham untuk disetujui dalam RUPSLB perseroan.

Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar Bey & Rekan (KJPP YBR) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat tentang kelayakan rencana perubahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh perseroan. Berdasarkan analisis studi kelayakan, KJPP YBR berpendapat bahwa aktivitas konsultasi manajemen menjadi kegiatan usaha utama perseroan adalah layak.

Saat ini perseroan telah memiliki karyawan yang bertindak sebagai tenaga ahli yang dapat menjalankan kegiatan usaha utama di bidang aktivitas konsultasi manajemen. Emiten dengan kode saham RMBA itu tidak membutuhkan tenaga ahli yang dapat menjalankan kegiatan usaha aktivitas konsultasi manajemen, karena perseroan telah menjalankan bisnis ini sebagai kegiatan usaha penunjang perseroan.

Perseroan melihat aktivitas konsultasi manajemen dapat lebih dikembangkan dan menjadikan sebagai kegiatan usaha utama. Pengembangan ini diharapkan dapat menciptakan integrasi bisnis yang solid antara entitas anak perseroan yang tergabung dalam Bentoel Group.Oleh sebab itu perseroan berencana melakukan pemindahan kegiatan usaha aktivitas konsultasi manajemen yang semula merupakan kegiatan usaha penunjang menjadi kegiatan usaha utama.

Rencana perubahan kegiatan usaha utama ini tidak memberikan dampak pada kondisi keuangan yang berbeda dengan tanpa dilakukannya perubahan kegiatan usaha utama, tetapi dapat memberikan manfaat bagi Bentoel Group.Sebagai informasi, perseroan mampu menekan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp252,40 miliar pada kuartal I/2018 menjadi sebesar Rp83,30 miliar pada kuartal I/2019.

Selain itu, perseroan juga membukukan penjualan sebesar Rp5,04 triliun, naik 9,94% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,59 triliun.Beban pokok penjualan naik 2,45% menjadi Rp4,31 triliun. Dengan demikian, laba kotor tercatat Rp728,33 miliar atau tumbuh 93,95% secara tahunan.

Adapun, beban penJualan naik 34,55% menjadi Rp600,96 miliar. Begitu pula, beban umum dan administrasi naik 12,35% menjadi Rp210,22 miliar. Beban keuangan hingga kuartal I/2019 tercatat Rp67,18 miliar atau naik 160,89% secara tahunan.Dari situ, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp83,30 miliar pada kuartal I/2019, lebih rendah dari rugi bersih pada kuartal I/2018 sebesar Rp252,40 miliar.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…