OJK Rilis Aturan Baru Soal Rights Issue

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan perubahan terhadap peraturan tentang penambahan modal perusahaan terbuka dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) ataurights issue. Informasi tersebut disampaikan OJK di Jakarta, kemarin.

Adapun perubahan tersebut tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan RI Nomor 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dalam bagian penjelasan atas regulasi ini, OJK mengungkapkan bahwa ketentuan mengenai penambahan modal perusahaan terbuka dengan memberikan HMETD telah diatur dalam POJK No.32/POJK.04/2015 tentang Penambahan modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, namun terdapat pengecualian yang diatur dengan POJK No.38/POJK.04/2014 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Dengan demikian, untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor minoritas sebagai akibat dari tindakan perusahaan terbuka yang melakukan penambahan modal baik dengan memberikan HMETD maupun yang dikecualikan dari kewajiban memberikan HMETD, OJK merasa perlu melakukan penyempurnaan pengaturan mengenai ketentuan penyelenggaraan RUPS, terutama ketentuan mengenai penyelenggaraan RUPS dalam rangka penambahan modal yang bertujuan untuk selain perbaika posisi keuangan termasuk Program Kepemilikan Saham.

Menurut direktur penilaian perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, aturan tersebut menunjukkan bahwa dari sisi pengambilan keputusan emiten harus mengikutsertakan publik selaku pemegang saham.”Sehingga kepentingan dari pemegang saham juga terakomodasi pada saat pengambilan keputusan,” kata Nyoman.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama DKPPU - Kobi Abah Siap Majukan Ekonomi Kerakyatan

Membuka wawasan para santri akan pentingnya industri penerbangan dalam pembangunan ekonomi, menjadi asalan Santri Millenial Center (Simac) bersama DKPPU (Direktorat…

Inter Delta Rambah Bisnis Makanan Minuman

Pacu ekspansi bisnisnya, PT Inter Delta Tbk (INTD) memilih untuk melakukan diversifikasi bisnis baru diantaranya usaha makanan (daging sapi), minuman…

Bank QNB Terbitkan Obligasi Rp 500 Miliar

Perkuat struktur permodalan guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) kembali mencari pendanaan dari pasar modal lewat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama DKPPU - Kobi Abah Siap Majukan Ekonomi Kerakyatan

Membuka wawasan para santri akan pentingnya industri penerbangan dalam pembangunan ekonomi, menjadi asalan Santri Millenial Center (Simac) bersama DKPPU (Direktorat…

Catatkan Laba Rp 801 Miliar - BTN Terus Pertebal Pembentukan CKPN

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memupuk rasio Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) perseroan untuk mempersiapkan…

Siapkan Dana Rp 200 Miliar - Mega Manunggal Bakal Buyback Saham

NERACA Jakarta – Menjaga pertumbuhan harga saham di pasar, PT Mega Manunggal Properti Tbk (MMLP) akan melakukan pembelian kembali (buyback)…