KOTA SUKABUMI - Pelaku Investasi : Bisnis Properti Bisa Mendongkrak LPE

KOTA SUKABUMI

Pelaku Investasi : Bisnis Properti Bisa Mendongkrak LPE

NERACA

Sukabumi - Kota Sukabumi memiliki prospek yang sangat baik kedepanya. Tak heran jika beberapa tahun kedepan akan maju pesat. Selain itu juga, menjadi target utama para pengusaha yang akan melakukan inevstasi di kota moci tersebut.

Tak heran saat ini pembangunan bisnis di bidang properti terus berkembang. Hampir disetiap wilayah tak luput dari pembangunan properti."Sukabumi itu miliki prospek yang baik bagi pelaku usaha. Namun disayangkan saat ini aksesnya belum terbangun dengan baik. Sebab ketika akan berkunjung ke Sukabumi bisa menempuh perjalanan 4 sampai 5 jam, bahkan bisa mencapai 8 jam," ujar salah satu pelaku Investasi asal Ibu Kota, Ryan Pratama kepada Neraca, kemarin.

Tapi untuk saat ini Sukabumi juga diuntungkan dengan adanya mega proyek besar. Yakni, pembangunan Tol Bocimi, Bandara dan double trek kereta api. Sehingga lanjut Ryan, nantinya bukan bidikan pelaku investor saja, melainkan cocok untuk tempat hunian keluarga. Makanya jangan heran jika di Sukabumi akan banyak perumahan yang berdiri."Selain untuk bisnis properti, untuk tempat tinggal juga enak," akunya.

Ryan juga mengatakan, jika pertumbuhan properti di Sukabumi saat ini tergolong maju pesat, sebab kata Ryan, daerah tersebut juga akan terkena dampak yang positif. diantaranya, menaikkan pertumbuhan ekonomi, meskipun secara detail belum ada data yang real berapa persen kontribusi bisnis properti terhadap Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) disetiap daerahnya."Data saya tidak punya, yang pasti properti itu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," ungkap Ryan.

Seperti halnya tambah Ryan, ketika ada proyek pembangunan properti, ada pelaku usaha lainya yang ikut terdongkrak. Seperti, kebutuhan material yang menjadi utama, kemudian lapangan tenaga kerjanya, dan dunia perbankan juga ikut terdorong oleh hadirnya properti."Bahkan di wilayah sekitar pembangunan properti juga ikut terdongkrak para pelaku usaha kecil. Sehingga saling menguntungkan. Jadi jelas bisnis properti mendongkrak pertumbuhan ekonomi," pungkas Ryan. Arya

BERITA TERKAIT

Sembilan Hakim Konstitusi Bisa Dipercaya

Sembilan Hakim Konstitusi Bisa Dipercaya NERACA Jakarta - Ahli hukum tata negara dari Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Jentera, Bivitri Susanti…

KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan

KONI DKI Ingin CSR Bisa Jadi Alternatif Pendanaan NERACA Jakarta - Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi DKI Jakarta (KONI Jaya)…

KEBUTUHAN INVESTASI 2020 RP 5.803 TRILIUN-RP 5.823 TRILIUN - Pemerintah Waspadai Ancaman Defisit Perdagangan

Jakarta-Kementerian Keuangan menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,6% dalam asumsi ekonomi makro di 2020 dengan kebutuhan investasi sebesar Rp5.803 triliun hingga Rp5.823…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Aspek Legalitas dan Pembinaan Jadi Fokus Pengawasan Koperasi

Aspek Legalitas dan Pembinaan Jadi Fokus Pengawasan Koperasi NERACA Mataram - Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM, Suparno mengatakan aspek…

Menteri LHK: Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial

Menteri LHK: Kerja Sama Kehutanan Indonesia – Korsel Akan Libatkan Kaum Milenial NERACA Incheon – Kerja sama bidang kehutanan dan…

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup

Menteri LHK: Indonesia Belanda Mantapkan Kerja Sama Lingkungan Hidup NERACA Karuizawa, Jepang - Pemantapan kerja sama bidang lingkungan hidup dilakukan…