UKM Berbasis Bioteknologi Kelautan Dikembangkan di Kepri

UKM Berbasis Bioteknologi Kelautan Dikembangkan di Kepri

NERACA

Bintan - UKM berbasis bioteknologi kelautan dan perikanan mulai dikembangkan di Kampong Edu Ekologi Teripang Mas Kepulauan Riau (Kepri) dengan memberdayakan Koperasi Asosiasi Industri Makanan dan Kerajinan (AIMK) sebagai penyuplai bahan baku.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Victoria br Simanungkalit di Bintan, Senin (29/4) mengatakan geliat pertumbuhan industri berbasis ekstraksi produk kelautan mulai berkembang di Kepri.“Ini juga memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar melalui Koperasi Asosiasi Industri Makanan dan Kerajinan (AIMK) yang menyuplai bahan baku ke perusahaan,” katanya.

Victoria mengapresiasi inovasi yang dikembangkan oleh Koperasi Aimk Bintan melalui PT. Aimk Bintan. Ia mengharapkan inovasi seperti ini dapat dikembangkan dan diimplementasikan di daerah lain di indonesia.“Kami juga memahami bahwa ini perlu kebijakan afirmatif pemerintah khususnya kepada standarisasi dalam hal food security yg berbiaya besar untuk difasilitasi oleh pemerintah,” katanya.

Victoria beserta Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Direktur Jenderal Industri Agro, Kementerian Perindustrian Abdul Rochidim, Staf Ahli Menteri Bidang Sosio-Antropologi, Tukul Rameyo bersama menyaksikan penandatangan MoU antara PT. Aruna Industri Bintan yang diwakili Direktur Utama Yogie Arry dan PT. Kimia Farma yang diwakili General Manager Wisnu Sucahyo Eko pada Sabtu (27/4).

PT. Kimia Farma dalam kerja samanya dengan PT Aruna Industri Bintan memasarkan produk turunan Hidrolisat Protein Ikan (HPI) dengan merk Forayya dan sebagainya, yang dirintis sebagai produk dengan kandungan sumber protein ikan.

Kedua perusahaan ini mendukung program prioritas nasional dalam pencegahan stunting. Istimewanya, produk ini berbahan baku lokal dan merupakan alternatif protein berbahan baku ikan, selain protein susu, kedelai, dan kacang hijau. HPI dinilai sebagai hasil bioteknologi yang yang sangat cocok dikembangkan di Indonesia sebagai negara maritim.

Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa, Kemenko Bidang Kemaritiman melaksanakan rangkaian kegiatan rapat koordinasi dalam rangka dukungan terhadap pengembangan produk unggulan daerah Kepulauan Riau yang berada dalam satu kawasan Edu Ekologi Kampong Teripang Mas dengan menggandeng Kementerian lain khususnya Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Ristekdikti, dan Kementerian/Lembaga lainnya.

Kawasan ini bertransformasi menjadi salah satu alternatif destinasi wisata bahari yang memiliki daya saing pada pemanfaatan keunggulan produk berbasis kelautan dan perikanan yang ditawarkan melalui paket wisata tematik. Tawaran wisata tematik antara lain melalui BeKarang, Melamun, Sea Cucumber Collagen Factory, Longdrip Café, Klat, dan Art Bar Soap.

Selain memanjakan pengunjung dengan wisata alam berupa kunjungan ke area pembesaran dan penangkapan teripang, kunjungan pabrik pengolahan teripang menjadi kolagen, pengunjung juga mendapatkan layanan spa serta kuliner dan oleh-oleh yang semuanya berbasis produk bioteknologi kelautan dan perikanan.

Dimulai dari produk olahan yang dihasilkan PT Aruna Industri Bintan dan Koperasi seperti Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang menghasilkan produk turunan seperti biskuit, mie sagu pandai, sereal, kolagen dari teripang dengan produk turunan kopi kolagen, kosmetik, minuman kesehatan dan sebagainya serta albumin dari ikan gabus, kawasan ini bertransformasi menjadi kawasan alternatif wisata bahari bagi Kepulauan Riau. Namun perlu dukungan seluruh pihak agar semakin baik dan komersial menyejahterakan masyarakat sekitar.

"Kami berharap MoU PT Aruna Industri Bintan dan PT. Kimia Farama ini dapat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadi ikon serta kebanggaan Kepulauan Riau dan Indonesia," kata Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun.

Nurdin juga berharap penandatangan MoU ini menjadi wadah penting dalam pembinaan masyarakat nelayan yang saling menguntungkan antara masyarakat dan pengusaha. Selain itu, Ia menyebutkan bahwa Kepulauan Riau (Kepri) adalah provinsi maritim dan bahari, sehingga segala potensi yang ada di Kepulauan Riau seperti potensi kelautan, perikanan, dan pariwisata dapat membangkitkan potensi maritim Indonesia. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum

LPDB KUMKM Siap Dukung Pengembangan Usaha Primkopti Harum NERACA Kendal - Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Braman…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Hunian Milenial Lengkap dan Terjangkau di Bogor

Jakarta-Sebuah apartemen hunian milenial lengkap dengan pelayanan Smart Living yang disediakan Suwardana Park hadir di perhelatan properti terbesar nasional, Indonesia…

Pengamat Ekonomi: Harga Avtur Berbeda, Konsekuensi Negara Kepulauan

Jakarta-Pengamat ekonomi Drajad Wibowo menilai wajar saat ini harga avtur berbeda di berbagai wilayah di Tanah Air, karena hal itu…

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Pemulihan Lingkungan dengan RHL   NERACA Jakarta - Komisi IV DPR RI dalam Rapat Kerja…