Pelaku Pasar Diminta Tidak Terlalu Khawatir - Menunggu Kepastian Hasil Pilpres

NERACA

Jakarta – Pasca pemilihan umum (Pemilu) baik itu legislatif maupun presiden yang berjalan damai dan aman, masih menyisakan masalah terkait hasil perhitungan suara yang belum rampung atau tidak sesuai dengan hasil perhitungan suara cepat atau quick count lembaga survei. Kondisi ini tentunya memberikan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku usaha, termasuk pelaku pasar modal akan prospek ekonomi Indonesia.

Merespon hal tersebut, Direktur Utama Danareksa Investment Management, Marsangap P Tamba meminta, pelaku pasar untuk tidak perlu khawatir tentang prospek ekonomi Indonesia.”Menurut saya investor itu tidak perlu terlalu khawatir tentang prospek ekonomi ke depan. Saat ini kan ada ketakutan bahwa mungkin hasil quick count saja belum memastikan hasil akhir meski stablitas dianggap masih belum tercapai, masih risiko untuk investasi,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, para pelaku pasar tidak perlu khawatir terhadap faktor-faktor diluar ekonomi. Malahan, seharusnya melihat kondisi ini sebagai kesempatan.Pasalnya, dari fundamental ekonomi makro, memang Indonesia itu dalam posisi baik menjadi negara besar untuk dapat pertumbuhan ekonomi lebih baik dari negara-negara lain di dunia termasuk negara maju.

Dirinya memandang, jika pemerintah harus memutar otak untuk membuat iklim keuangan dan investasi yang kondusif di tengah tingginya tensi politik di dalam negeri yang diperparah dengan kondisi perekonomian global sedang mengalami ketidakpastian yang berasal dari dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Brexit atau British Exit, hingga proyeksi ekonomi dunia yang mengalami perlemahan.

Apalagi, respons bank sentral The Fed justru menempatkan Indonesia di posisi yang menarik dan menguntungkan karena Indonesia sebagai negara tujuan investasi. Hal ini lantaran pemerintah Indonesia berhasil menahan dampak perlemahan ekonomi global dan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi nasional.

Tamba bilang, perkembangan ekonomi RI berjalan cukup baik, seperti fokus pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur.”Fokus pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur kami berharap dapat dinikmati nantinya, sehingga meningkatkan konektivitas. Dengan begitu harga-harga barang terkendali," tandasnya.

Namun demikian, diakuinya, pasca pemilu kondisi pasar keuangan dan investasi di Indonesia masih belum pulih. Tengok saja, reaksi pasar sehubungan dengan hasil quick count (hitung cepat) belum mencerminkan adanya excitement terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, siklus investasi pascapemilu biasanya mengalami peningkatan. Utamanya pada tren peningkatan investasi di sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Meski begitu, tren Penanaman Modal Asing (PMA) dan Foreign Direct Investment (FDI) pascapemilu mengalami fluktuasi. Biasanya, sebut dia, investor menunggu momen-momen politik hingga keadaan stabil dan jelas. "Begitu ada kejelasan (kondisi politik), pasti akan naik lagi (investasi). Didukung oleh kondisi global terhadap investasi, kami yakin investasi (yang masuk ke Indonesia) tahun ini meningkat cukup signifikan," pungkas Susiwijono.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…