Pendapatan Iklan Surya Citra Media Naik 6,5%

NERACA

Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) di kuartal pertama berhasil mencatatkan pertumbuhan positif. Dimana perseroan membukukan kenaikan pendapatan iklan sebesar 6,5% menjadi Rp1,47 triliun dari priode yang sama tahun lalu senilai Rp1,38 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pendapatan bersih perseroan tumbuh menjadi Rp1,25 triliun setelah mengalami potongan penjualan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lau sebesar Rp1,15 triliun. Sementara itu, aba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp399 miliar tumbuh 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp359 miliar.

Kendati demikian beban program dan siaran juga mengalami kenaikan sekitar 9,5% menjadi Rp529 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Beban terbesar yang ditanggung adalah beban materi program senilai Rp508 miliar, diikuti beban penyiaran Rp10,1 miliar.

Analis Mirae Sekuritas Christine Natasya SCMA mengharapkan rencana akuisisi bisnis non-TV bisa menambah lebih dari Rp900miliar ke pendapatan tahunan. Pada Mei,SCMAakan mengakuisisi beberapa segmen bisnis utama dari entitas induknya, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK). Tiga lini bisnis akan diperoleh sepenuhnya atau sebagian dari EMTK adalah KapanLagi Youniverse (KLY) yang mengoperasikan berbagai portal web, sepertibola.net,kapanlagi. com, danliputan6.com), Vidio.com (platform OTT), dan EYE Corp (bisnis periklanan di luar rumah).

Christine mengatakan, mengingat bahwa akuisisi akan dilakukan pada Mei, pendapatan tambahan untuk 2019 kemungkinan hanya akan sekitar Rp500 miliar. Perusahaan mengharapkan KLY dan EYE untuk menghasilkan laba bersih masing-masing Rp25 miliar dan Rp10 miliar.“Namun, kami belum mencerminkan angka-angka ini dalam penilaian kami, karena Vidio.com terus membukukan rugi bersih (Rp3 miliar—Rp4 miliar / bulan). Kami mempertahankan rekomendasi hold kami untuk saat ini, dengan jumlah pelanggan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan untuk Vidio Premier seabagai antisipasi naiknya risiko,”jelasnya.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…