Bahan Kimia Organik Masih Mendominasi Impor Banten

Bahan Kimia Organik Masih Mendominasi Impor Banten

NERACA

Serang - Golongan barang bahan kimia organik masih mendominasi impor Banten pada Desember 2018 yang mencapai 189,89 juta dolar AS dibandingkan golongan barang lain.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Bambang Widjonarko SP,M.M. di Serang, dikutip dari Antara, kemarin, menyebutkan impor golongan barang lain yang nilainya cukup besar adalah besi dan baja sebesar 111,02 juta dolar AS dan gandum-ganduman dengan nilai 77,75 juta juta dolar AS.

Widjonarko menjelaskan besarnya impor bahan kimia organik erat kaitannya dengan "menjamurnya" industri kimia di Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon, sedangkan persediaan bahan kimia organik dalam negeri sangat sedikit sehingga butuh impor.

Sementara itu, nilai impor Banten Desember 2018 mengalami penurunan sebesar 15,68 persen dibanding bulan sebelumnya, dari 1.166,69 juta dolar AS menjadi 983,76 juta dolar AS."Penurunan ini terutama disebabkan oleh impor nonmigas pada Desember 2018 yang turun 14,14 persen dari 826,19 juta dolar AS menjadi 709,33 juta dolar AS. Sejalan dengan hal tersebut, impor komoditi migas juga turun sebesar 19,41 persen menjadi 274,43 juta dolar AS, dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 340,50 juta dolar AS," kata Widjonarko.

Ia menambahkan penurunan impor migas tersebut utamanya akibat dari turunnya nilai impor untuk komoditi hasil minyak dan gas, mengingat pada komoditi minyak mentah tidak terjadi transaksi impor pada Desember 2018.

Dibanding bulan yang sama tahun lalu, nilai impor Desember 2018 mengalami peningkatan, yakni sebesar 9,42 persen. Penyebab utama peningkatan impor ini adalah meningkatnya impor nonmigas 19,76 persen dan sebaliknya pada golongan barang migas terjadi penurunan nilai impor 10,54 persen dibanding Desember 2017.

Peran impor komoditi nonmigas pada Desember 2018 masih sangat dominan yaitu 69,38persen. Dominasi komoditi nonmigas juga dapat dilihat dari perannya terhadap impor pada bulan Oktober dan November 2018 yang secara berturut-turut tercatat sebesar 68,97 persen dan 69,16 persen. Dibanding periode Januari - Desember 2017, impor Banten periode yang sama pada tahun 2017 meningkat 16,55 persen. Peningkatan tersebut disebabkan oleh impor komoditi nonmigas yang mengalami peningkatan 15,48 persen dan didukung oleh kenaikan impor komoditi migas sebesar 19,07 persen.

Widjonarko juga menyebutkan negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada Desember 2018 adalah Tiongkok dengan nilai impor sebesar 119,45 juta dolar AS, diikuti oleh Thailand dan Arab Saudi, masing-masing dengan impor sebesar 75,20 juta dolar AS dan 58,25 juta dolar AS, sementara impor nonmigas dari ASEAN mencapai 161,81 juta dolar AS. Ant

BERITA TERKAIT

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok  NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan…

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim NERACA Serang - Puluhan anak yatim di Kota Serang diajak buka…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

BNNP Papua Barat Bekuk 4 Tersangka Narkoba

Jakarta-BNNP Papua Barat bekuk empat tersangka dan barang bukti penyalahgunaan narkotika golongan I yang akan diselundupkan ke Lapas Sorong dan…

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok  NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan…

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui bagian hukum lakukan penyuluhan…