Mudahnya Buka Rekening Efek Gak Pake Ribet

Di era digital saat ini, segala sesuatunya sangat mudah dilakukan. Tengok saja inovasi layanan industri keuangan baik itu perbankan hingga asuransi sudah bisa dilakukan dengan layanan digital, mulai dari membuka rekening, transfer, bayar premi lewat mobile banking hingga klaim asuransi. Oleh karena itu, kini sudah tidak zamannya lagi ngantri atau menunggu berhari-hari untuk mendapatkan layanan di industri perbankan dan termasuk dalam industri pasar modal, seperti layanan membuka rekening efek saham dan reksa dana yang sudah bisa dilakukan lewat digital dari smartphone.

Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit, semangat inilah yang coba dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memberikan terobosan inovasi dalam layanan membuka rekening efek dan reksa dana yang biasanya memakan waktu berhari-hari karena proses prosedur yang rumit dan panjang. Kini dengan adanya program penyederhanaan ini investor pasar modal cukup memakan waktu tidak sampai 30 menit untuk membuka rekening efek.

Wahyu (20) mahasiswa Perbanas ini merasakan betul kemudahan berinvestasi reksa dana di era digital saat ini. “Saya buka reksa dana bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, tanpa harus ribet dan memakan waktu lama. Cukup dengan membuka atau mengunduh aplikasi Bukalapak, sudah bisa berinvestasi di BukaReksa yang merupakan produk Bukalapak bekerjasama dengan Bareksa sebagai agen penjual reksadana yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK),”ujarnya.

BukaReksa merupakan fitur yang melayani khusus untuk produk reksa dana dan fitur ini menyediakan cara pembelian produk reksadana melalui fitur BukaDompet ataupun Bukalapak Credits dengan dana yang sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp10.000. Hebatnya lagi, waktu Know Your Customer (KYC) calon investor dipersingkat hingga hanya memerlukan tiga jam untuk mendapat persetujuan sebagai investor. Berbagai kemudahan lain yang didapatkan oleh investor BukaReksa antara lain, proses transaksi pembelian ataupun penjualan reksa dana di BukaReksa yang sangat mudah, keuntungan (return) yang menarik, produk yang dapat dijual kapan saja, berbagai macam pilihan produk reksa dana, serta tidak ada biaya transaksi untuk penjualan dan pembelian produk reksa dana.

Pengalaman yang sama juga disampaikan Bambang (35) petani cabai asal Bogor ini sangat dimanjakan dengan kemudahan berinvestasi saham di pasar modal saat ini. “Saya tadinya tidak percaya investasi saham bakal mudah seperti saat ini, karena pengalaman teman menceritakan butuh proses waktu lama,”ungkapnya.

Apalagi, dirinya diawal tidak terlalu tertarik berinvestasi di pasar modal karena beranggapan butuh modal besar dan tentu saja punya risiko yang besar. Namun sejak diperkenalkan salah satu manajer investasi akan kemudahan dan jangkauan berinvestasi saham lewat program Yuk Nabung Saham, kini dirinya mulai kerajingan berinvestasi saham. Kemudahan dalam membuka rekening efek saat ini menjadi tuntutan bagi investor pasar modal, khususnya generasi milenial di tengah kerja keras OJK melakukan pendalaman pasar modal.

Maka menjawab kebutuhan hal tersebut, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama 105 pelaku industri pasar modal Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) melakukan kerjasama mempercepat proses pembukaan rekening efek dengan mengintegrasikan data kependudukan dalam pelayanan pasar modal.

Lewat kerjasama ini, tentunya akan mempercepat proses pembukaan rekening efek yang sebelumnya dua pekan menjadi kurang dari 1 jam. Pemanfaatan basis data KTP elektronik juga dapat menjadi validasi kebenaran identitas calon nasabah.”Ini salah satu upaya KSEI dan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan pendalaman pasar,"kata Direktur Utama KSEI, Friderica Widyasari Dewi.

Mengatasi Kendala

Menurutnya, simplifikasi pembukaan rekening efek juga menjawab mengatasi kendala atas lamanya waktu pembukaan rekening efek yang umumnya dialami oleh masyarakat di daerah, terutama di luar Jawa. Apalagi, saat ini belum banyak perusahaan sekuritas yang mampu membuka banyak cabang hingga ke pelosok daerah.

Pengiriman formulir dan dokumen dan daerah ke kantor pusat juga dapat menjadi kendala karena selain memakan waktu lama, kesalahan dalam pengisian formulir dan tidak Iengkapnya dokumen akan menyulitkan perusahaan sekuritas untuk kembali menghubungi calon nasabah."Ini adalah salah satu upaya KSEI. Bagaimana kita bergerak maju dari sebelumnya di mana selama ini pembukaan rekening cukup menyita waktu,"ujar Frederica Widyasari Dewi.

Dengan demikian, para pelaku industri pasar modal Indonesia dapat terus memanfaatkan data kependudukan untuk proses percepatan pembukaan rekening investasi dan peningkatan kualitas data investor. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal Indonesia, terutama investor individu lokal, sehingga peran pasar modal terhadap perekonomian lndonesia menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Setidaknya terdapat 106 pelaku industri pasar modal Indonesia yang menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil, yaitu 78 perusahaan efek, 19 manajer investasi, enam agen penjual reksa dana, dan tiga lembaga penunjang pasar modal. Asal tahu saja, keberlanjutan kerjasama pasar modal bersama Ditjen Dukcapil tidak bisa lepas dari peran KSEI sebagai lembaga SRO. Pasalnya, sebelumnya di tahun 2015 KSEI juga telah bekerjasama dengan Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri RI untuk proses pengkinian data investor pasar modal dengan data kependudukan, sehingga basis data investor pasar modal diharapkan lebih akurat.

Melalui inisiatif kerja sama ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia yang selanjutnya menambah jumlah investor. Tentunya manfaat lain melalui pemanfaatan data kependudukan ini, dapat mereduksi faktor kesalahan manusia dalam data entry. Nantinya dengan semakin efisiensi dalam proses pembukaan rekening, maka akan menghindarkan investor kehilangan momentum investasi di pasar modal.

Komitmen besar OJK memberikan kemudahan membuka rekening efek yang difasilitas langsung oleh KSEI, tentunya menaruh asa minat masyarakat berinvestasi di pasar modal cukup tinggi. Hal inipula yang disampaikan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi. Dirinya menjelaskan, era digital bisa mendorong peningkatan jumlah investor lebih banyak lagi dari sekarang yang sudah melebihi 1 juta. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi ke masyarakat melalui aplikasi digital. Gencarnya ekonomi digital, kata Fakhri, dapat meningkatkan jumlah investor karena Indonesia secara geografis sulit untuk dijangkau semua secara konvensional. "Perkembangan e-commerce, e-payment dan online transaction kita punya. Kita berharap sekali ada kontribusi untuk memberikan kontribusi peningkatan investor," ujarnya.

Sejatinya, kemudahaan membuka rekening efek saat ini bukanlah barang baru. Sebelumnya, sudah ada beberpaa perusahaan efek yang sudah melakukan terobosan dalam layanan pembukaan rekening efek. Sebut saja, PT Indo Premier Sekuritas yang telah menawarkan kemudahan pembukaan rekening efek saham dan reksa dana yang hanya memakan waktu singkat. Dimana perseroan mengungkapkan, pembukaan akun rekening efek sudah 100% online, melalui aplikasi IPOTGO atau IPOTPAY yang tersedia di Play Store dan App Store.

Inovasi ini terbukti meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di pasar modal karena cara buka rekening efeknya benar-benar mudah, cepat dan ora susah (tidak sulit). Pembukaan rekening efek di IndoPremier hanya melalui tiga tahap saja yaitu mengunduh unduh aplikasi IPOTGO dan IPOTPAY di Apps Store dan Play Store, mengisi data diri yang dibutuhkan dan langsung bisa transaksi hanya dalam waktu cepat. Saat registrasi pun kamu hanya perlu memasukkan data diri sesuai dengan identitas diri di e-KTP.

Karena sudah benar-benar 100% online alias full digital, pembukaan akun di #IPOTaja ini tidak memerlukan tanda tangan basah (wet signature). Saat melakukan registrasi kamu cukup mengupload foto selfie sambil memegang e-KTP dan foto spesimen tanda tangan. Setelah itu, kamu tinggal menunggu proses pengiriman Rekening Dana Nasabah (RDN), SID (Single Investor Identification) dan SRE (Sub Rekening Efek) tanpa melakukan apa-apa lagi.

BERITA TERKAIT

Berbagi Keberkahan di Ramadhan - MARK Buka Puasa Bersama Anak Yatim

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, MARK kembali gelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari panti…

Pemerintah Buka Posko Pengaduan THR

    NERACA   Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan membentuk Posko Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Pembayaran THR Tahun 2019. Posko…

FDA Ingatkan Bahaya Efek Samping Obat Tidur

Di samping asupan gizi, manusia memerlukan tidur agar tubuh berfungsi maksimal. Tak heran sebagian orang berusaha keras agar bisa tidur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…