KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel

KPK Dampingi Penerbitan Aset Rawan Dikorupsi Pejabat Pemprov Sumsel

NERACA

Palembang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendampingi Provinsi Sumsel dalam penertiban, pengkoordinasian dan pengawasan aset yang selama ini masih rawan dikorupsi oknum pejabat pemerintah.

Kepala Satuan Tugas II Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Aida Ratna Zulaiha di Palembang, dikutip dari Antara, kemarin, mengatakan, ketersediaan KPK ini disampaikan pada rapat koordinasi yang dihadiri oleh gubernur, wali kota, bupati, dan inspektorat se-Sumsel.

Pada rakor tersebut terkuak masalah-masalah yang dihadapi oleh pemprov dalam pengelolaan aset, seperti belum tuntasnya masalah serah terima aset, proses sertifikasi yang berjalan lambat, tumpang tindih kepemilikan aset antara pemprov dengan instansi lain, penguasaan rumah dinas oleh pihak yang tidak berhak.

Kemudian, adanya aset pinjam pakai yang tidak dikembalikan, ketiadaan legalisasi aset pinjam pakai, aset dipinjam pakaikan kepada lembaga non-pemerintah di luar ketentuan yang berlaku, serta rendahnya kontribusi yang diterima oleh pemprov terkait dengan kerja sama pemanfaatan aset daerah dengan pihak ketiga.

"KPK melalui koordinator wilayah dua mendorong penyelesaian masalah aset di Sumsel ini pada tahun 2019," kata dia usai rakor.

Ia mengatakan penyelesaiannya akan menggunakan skala prioritas, yakni mendahulukan aset bernilai signifikan, aset strategis, dan aset yang tidak masuk dalam proses penegakan hukum.

Pada pertemuan tersebut, KPK juga mengapresiasi keterbukaan keterbukaan pemprov, pemkot/pemkab atas masalah-masalah yang selama ini mendera. Namun, menurutnya masalah ini dapat diselesaikan asalkan program pencegahan didukung oleh komitmen yang utuh dari unsur pimpinan daerah dan jajarannya.

"Jika ada kepura-puraan maka akan sulit, apalagi jika praktik-praktik menerima atau meminta suap masih terjadi," kata dia.

Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK menyambangi Kota Palembang selama dua hari, 19-20 Maret untuk memperkenalkan program pencegahan korupsi ke pemerintah daerah, dan institusi-institusi terkait.

Pada kunjungan hari kedua, KPK menyosialisasikan rencana aksi korsupgah bidang BUMD, diskusi progress e-sumsel dan pembahasan optimalisasi pendapatan daerah ke Kepolisian Daerah Sumsel, dan Kejaksaan Sumsel.

Pada prinsipnya KPK menyampaikan juga hasil evaluasi terhadap data-data pencapaian delapan program intervensi sistem pencegahan korupsi terintegrasi pada tiap pemerintah daerah. Selain itu juga menyampaikan data terkait tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN dan gratifikasi, penanganan perkara, khususnya yang melibatkan kepala daerah dan anggota DPRD.

Beberapa catatan perbaikan dalam kunjungan KPK ini yakni penyempurnaan e-planing dan e-budgeting, kemandirian dan independensi ULP, perbaikan aplikasi e-PTSP, penguatan dan pemberdayaan APIP, pengelolaan SDM terutama terkait dengan peningkatan kinerja ASN melalui tunjangan penghasilan.

Kemudian, kepatuhan terhadap LHKPN, dan transparansi rekruitmen-rotasi-mutasi, implementasi optimalisasi pendapatan daerah terutama terkait pajak daerah dan PBB, serta implementasi pengelolaan barang milik daerah yang akuntabel. Ant

BERITA TERKAIT

Kinerja KPK Harus Dievaluasi, Perlu Dewan Pengawas

Jakarta-Kyai muda NU Gus Sholeh mengatakan, kinerja KPK dalam 17 tahun terakhir memberantas kasus korupsi dinilai masih banyak yang harus…

KPK: Firli Lakukan Pelanggaran Etik Berat

KPK: Firli Lakukan Pelanggaran Etik Berat   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli…

Kemenkop Raih Opini WTP 5 Tahun Berturut-Turut

Kemenkop Raih Opini WTP 5 Tahun Berturut-Turut NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Penegakan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Lahan Telah Dilakukan - Konsesi Restorasi Ekosistem WWF Disegel

Penegakan Hukum Terhadap Perusahaan Pembakar Lahan Telah Dilakukan Konsesi Restorasi Ekosistem WWF Disegel NERACA Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan…

Pentingnya UU SDA untuk Jaminan Penyediaan Air Bagi Masyarakat

Pentingnya UU SDA untuk Jaminan Penyediaan Air Bagi Masyarakat NERACA Jakarta - Hanya tinggal selangkah lagi, pengesahan Rancangan Undang-Undang Sumber…

Komisi VI Ajukan RUU Perkoperasian ke Sidang Paripurna

Komisi VI Ajukan RUU Perkoperasian ke Sidang Paripurna NERACA Jakarta - Komisi VI DPR RI memutuskan untuk menerima dan melanjutkan…