Integrasi Jamkesda Sumsel ke JKN Capai 77,5 Persen

Integrasi Jamkesda Sumsel ke JKN Capai 77,5 Persen

NERACA

Palembang - Integrasi kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Sumatera Selatan (Sumsel) ke Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai 77,5 persen sejak dimulai 1 Januari 2019.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy mengatakan capaian integrasi JKN, tergolong cepat berkat komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam penganggaran pelayanan kesehatan."Hampir semua anggaran kabupaten/kota larinya ke sana (JKN). Semakin banyak kepesertaan JKN akan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat karena kemudahan pembiayaan membuat masyarakat berani berobat," ujar Lesty Nurainy di Palembang, Sabtu (13/4).

Dia mengatakan apalagi Gubernur Sumsel Herman Deru sudah menyatakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) bisa digunakan masyarakat miskin untuk berobat agar usia harapan hidup masyarakat Sumsel bisa meningkat. Data Kementrian Kesehatan menyebut angka usia harapan hidup masyarakat Sumsel saat ini rata-rata 72 tahun dengan usia perempuan 76 tahun dan laki-laki 68 tahun.

"Masyarakat miskin yang tiba-tiba sakit ditanggung kabupaten/kota masing-masing, bisa juga pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diurus Dinas Sosial setempat," jelas Lesty.

Selain integrasi JKN dan kemudahan pembiayaan lainnya, inovasi pelayanan kesehatan di Sumsel terus bermunculan, seperti 1 kecamatan 1 ambulan dan 1 desa 1 ambulan motor di sebagian kabupaten/kota.

Sementara Gubernur Sumsel Herman Deru meminta masyarakat tidak terbebani dengan biaya berobat, pemporv Sumsel tengah mencoba membalikan fungsi pelayanan agar pengeluaran lebih efisien."Bukan masyarakat yang datang ke pelayanan, tapi pelayanan datang ke masyarakat, itulah dihadirkan motor ambulan yang bisa masuk wilayah sulit terjangkau, jadi resonansinya sampai ke masyarakat," ujar Herman Deru.

Walaupun kemudahan berobat dari segi biaya dan pelayanan sudah menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, ia meminta tenaga kesehatan terus mempromosikan langkah pencegahan penyakit tetap menjadi yang utama."Ajak masyarakat mencegah penyakit dengan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang cukup," kata Herman Deru. Ant

BERITA TERKAIT

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah NERACA Jakarta – PT Pupuk…

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional NERACA Jakarta - Proses konversi utang Multi Years Bond/MYB PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) menjadi…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

Pemprov Jabar Akan Bentuk 5.000 Pusat Digital Desa

Pemprov Jabar Akan Bentuk 5.000 Pusat Digital Desa   NERACA Ternate - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Emil…