Phillip AM Luncurkan Produk Reksa Dana ETF - Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan dana kelolaan lebih besar lagi, Phillip Asset Management terus aktif meluncurkan produk investasi baru. Teranyar, perseroan resmi meluncurkan produk reksa dana ETF pertamanya dengan kode XPMI. Adapun, produk reksa dana ETF (exchange traded fund) tersebut berbasis saham-saham dalam indeks MSCI Indonesia dan bernama lengkap Reksa Dana Indeks ETF Phillip MSCI Indonesia Equity Index (XPMI).

Pradono Joko T Himawan, Direktur Utama Phillip Asset Management menjeaskan, pemilihan indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai aset dasar XPMI karena indeks tersebut telah sangat populer di mata investor domestik maupun luar negeri.”Indeks MSCI Indonesia juga memiliki korelasi yang sangat dekat, rata-rata 0,98% selama 5 tahun terakhir, dengan IHSG,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Adapun pada tahap awal ini, XPMI memiliki nilai aktiva bersih (NAB) senilai Rp1.000 per unit penyertaan dengan minimum pembelian sebanyak 1 unit kreasi atau 100.000 unit penyertaan di pasar primer. Sementara di pasar sekunder, produk ETF ini dapat dibeli dengan minimum 1 lot atau 100 unit penyertaan.

Joko menambahkan, produk reksa dana ETF ini diharapkan mampu menarik minat investor institusi maupun ritel.Pasalnya, XPMI disebut menawarkan biaya pengelolaan yang rendah di antara produk sekelasnya di Indonesia, memiliki kinerja optimal yang dekat dengan pergerakan IHSG, mudah ditransaksikan, dan merupakan perpaduan sinergi antara dua lembaga internasional (Philip Capital dan MSCI).

Dalam peluncuran XPMI ini, Philip Asset Management bekerjasama dengan Philip Sekuritas Indonesia sebagai Dealer Partisipan dan Bank BCA sebagai Bank Kustodian. Daniel Tedja, Direktur Utama Phillip Sekuritas Indonesia, menambahkan pihaknya pun terbuka menjadi dealer partisipan untuk produk reksa dana ETF dari perusahaan aset manajemen yang di luar Grup Philip Capital.

Sebagai informasi, tahun ini Phillip Asset Management menargetkan dana kelolaan aliasasset under management hingga Rp 1 triliun. Maka guna memenuhi target tersebut, perseroan akan agresif mengeluarkan produk baru dan diperkirakan sebanyak lima produk bakal dirilis sepanjang tahun ini.”Tahun ini kami memang banyak rencana, kami sudah ada beberapa pipeline dan produk baru. Mudah-mudahan cukup agresif, dan asset under management (AUM) 2019 kami bisa antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun untuk target awalnya," kata Joko.

Kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna Setia, XPMI menjadi ETF ketiga yang tercatat tahun ini, sekaligus jadi yang ke-27 di di BEI. "XPMI merupakan ETF pertama yang diterbitkan Phillip dan kami harapkan akan bisa menerbitkan ETF lainnya, dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan investor,"ujarnya.

Menurutnya, industri reksadana ETF akan mendapat respons positif dari investor, untuk kemudian hasilnya juga bisa dinikmati masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Joko mengungkapkan di tahun ini Phillip berencana untuk mengeluarkan ETF lainnya. "Untuk detailnya masih kami godok, harapannya (unit penyertaannya) bisa lebih besar dari ETF pertama. Untuk potensi AUM untuk ETF kedua, range-nya juga sama (ETF pertama)," tandasnya.

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…