BRMS Masih Bukukan Pendapatan Lancar - Yakinkan Para Investor

NERACA

Jakarta – Guna menyakinkan para pemegang saham dan termasuk PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah melakukan suspensi saham lantaran tidak membukukan pendapatan usaha sejak 1 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018, dijawab langsung PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bahwa kinerjanya selama kuartal I 2019 lancar.

Managemen BRMS mengklaim kinerja kuartal I-2019 perusahaan lancar. Bahkan, perusahaan pertambangan ini menyampaikan telah membukukan pendapatan hingga US$ 1 juta per Maret 2019.”Kondisi pendapatan usaha periode Januari 2019 sampai dengan Maret 2019 adalah lancar, dengan total pendapatan usaha yang dicatat lebih dari US$ 1 juta dari kontrak pemberian jasa konsultasi pertambangan dan pengelolaan aset pendukung pertambangan," kata Direktur dan Sekretaris BRMS, Muhammad Sulthon dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya saham BRMS di suspensi lantaran perusahaan tersebut gagal membukukan pendapatan di kuartal IV-2018. Hal tersebut disampaikan perusahaan itu karena, terjadi penagihan atas biaya jasa konsultasi pertimbangan yang diselesaikan BRMS pada kuartal IV-2018. Akibatnya, BRMS tidak membukukan pendapatan di periode 1 Oktober hingga 31 Desember 2018.

Dalam proyeksi keuangan BRMS di 2019, diperkirakan sepanjang kuartal I-2019 emiten itu bisa membukukan pendapatan US$ 1,26 juta. Sehingga, perkiraannya emiten itu bisa membukukan laba bersih tipis US$ 10.000 atau sekitar Rp 141 juta (kurs Rp 14.100). "Proyeksi konsolidasian disusun berdasarkan kontrak jasa konsultasi yang dimiliki oleh Perseroan tanpa memperhitungkan kegiatan operasional dari unit usaha Perseroan dan kejadian luar biasa lainnya," jelasnya.

Sulthon menjelaskan bahwa laporan keuangan aktual konsolidasian kuartal I-2019 masih dalam proses penyusunan, di mana semua transaksi material periode kuartal I-2019 telah termasuk dalam angka proyeksi perusahaan itu.​ Asal tahu saja, BEI belum lama ini menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)karena perseroan tidak membukukan pendapatan usaha sejak 1 Oktober 2018 sampai 31 Desember 2018.

Adi Pratomo Aryanto, Kadiv Penilaian Perusahaan I pernah bilang, dengan mempertimbangkan kondisi perseroan tersebut, BEI memutuskan untuk melakukan penghentian sementara efek BRMS di seluruh pasar, mulai 2 April, hingga pengumuman BEI lebih lanjut. Oleh sebab itu, katanya, BEI meminta kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaaninformasi yang disampaikan BRMS.

Sepanjang Januari-Desember 2018, kinerja anak usaha tambang mineral dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ini belum positif. Pendapatan perusahaan turun menjadi US$ 1,18 juta atau setara dengan Rp 16,7 miliar (asumsi kurs Rp 14.200/US$), dari tahun sebelumnyaUS$ 5 juta. Laporan keuangan BRMSmenunjukkan, pendapatan perseroan tersebut hanya diperoleh dari satu bisnis yakni jasa penasehat pertambangan yang dilakukan perusahaan terhadap Bellridge Holdings Limited (Bellridge).

BRMSmenderitarugi usaha US$4,85 juta dari sebelumnya rugi usaha US$ 4,94 juta. Dengan demikian, rugi bersih BRMSmembengkak menjadi US$ 103,50 juta tahun lalu dari rugi bersih tahun 2017 sebesar US$ 232,99 juta. Kerugian juga diperoleh dari rugipelepasan inventasi sebesar US$ 92,44 juta.

Dari sisi komposisi saham, saham seri A BRMSdipegang oleh BUMI 35,73% dan publik 5,30%, sementara saham Seri B dipegang Fountain City Investment Ltd 8,02%, Wexler Capital Pte Ltd 13,23%, 1st Financial Company limited 22,86%, dan investor publik 14,86%.

BERITA TERKAIT

Menteri Perhubungan - Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman

Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan Mudik Harus Berjalan Lancar dan Aman Bandarlampung - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

Bayan Bukukan Laba Bersih Turun 30,85%

NERACA Jakarta – Positifnya harga batu bara di pasar belum memberikan dampak terhadap pencapaian kinerja PT Bayan Resources Tbk (BYAN).…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…