Indonesia Masih Butuh Lebih Banyak Rumah Rakyat

Indonesia Masih Butuh Lebih Banyak Rumah Rakyat

NERACA

Jakarta - Managing Director PT SPS Group Asmat Amin menyebutkan Indonesia masih membutuhkan lebih banyak lagi rumah rakyat untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal.

"Setidaknya setiap tahun kita membutuhkan 800 ribu unit rumah baru," kata Asmat saat menjadi pembicara dalam rembuk nasional bertajuk "Mengukur perlunya Kementerian Perumah rakyat Kabinat 2019 - 2024" di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut Asmat, capaian pembangunan rumah rakyat yang dilakukan pemerintah sebanyak 1 juta per tahun dinilai masih belum cukup mengingat jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah setiap tahun, saat ini mencapai 265 juta penduduk. Dia mengatakan pemerintah harus lebih meningkatkan lagi upaya-upaya dalam membangun rumah rakyat. Dibutuhkan pembangunan rumah rakyat sebanyak 2,5 juta rumah baru bisa memenuhi jumlah kebutuhan rakyat.

Pemerintah bisa melihat Amerika Serikat yang memiliki lembaga tersendiri untuk membangun rumah melalui "US Department of House and Urban Development" apalagi untuk jumlah penduduk hampir sama, yakni Amerika Serikat sebanyak 320 juta penduduk dan Indonesia 265 juta penduduk, hanya saja defisit di Amerika Serikat hanya 5,6 juta, sedangkan di Indonesia 11,4 juta.

"Inilah yang menyebabkan Indonesia harus melihat cara kerja Amerika Serikat dalam membangun rumah bagi rakyatnya," ujar dia.

Menurut dia, dengan daya beli di Indonesia saat ini sekitar 3.8 - 4 juta per bulan, sepertiganya digunakan huniank, sebenarnya potensi pasar untuk rumah rakyat di Indonesia sebenarnya masih sangat besar..

Asmat juga menyarankan agar Kementerian Perumahan Rakyat berdiri sendiri dan dipimpin oleh orang yang paham mengenai perumahan dan cara kerja sebuah perumahan."Tujuannya agar pembangunan lebih terfokus dan cepat memenuhi permintaan rumah," ujar dia.

Karena itu dia berharap pemerintah ke depannya lebih baik lagi dalam penyediaan rumah khususnya bagi masyarakat berpendapatan rendah. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

BPPT Luncurkan Rumah Tahan Gempa untuk Daerah Rawan Bencana

BPPT Luncurkan Rumah Tahan Gempa untuk Daerah Rawan Bencana NERACA Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meluncurkan prototipe…

MABA Masih Bukukan Rugi Rp50,64 Miliar

NERACA Jakarta – Perfomance kinerja keuangan emiten properti dan hotel, PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) masih membukukan raport merah.…

Bank Jatim Dorong Pembiayaan Rumah Syariah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) melalui Unit Usaha Syariah (UUS)…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu NERACA Jakarta - Pengusaha properti menilai investasi di sektor properti akan semakin…

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian NERACA Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa yang disampaikan…

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018 NERACA Yogyakarta - Okupansi atau tingkat hunian kamar Hotel Grand Inna Malioboro…