BDMN Bagikan Dividen Rp 143,22 Per Saham - Merger BNP Disetujui

NERACA

Jakarat – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan luar biasa (RUPSLB), Selasa (26/3) kemarin, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sepekat membagikan dividen sebesar Rp143,22 per lembar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, nilai total dividen yang dibagikan sebesar 35% dari laba bersih tahun 2018 sebesar Rp3,92 triliun. Sedangkan satu persen dari laba bersih akan digunakan sebagai cadangan umum dan sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan. Disamping itu, dalam RUSPLB pemegang saham sepakat rencana perseroan menjadi induk penggabungan usaha dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. Setelah rencana pengabungan tersebut disetujui maka susunan pengurus menjadi komisaris utama : Takayoshi Futae, JB Kristiadi : wakil komisaris utama dan Manggi Taruna Habir sebagai komisaris independen.

Kemudian ada Made Sukada sebagai komisaris independen, Peter Benyamin Stok : komisaris independen, Masamichi Yasuda : komisaris dan Hideaka Takase : komisaris. Sementara direktur utama : Sng Seow Wah, wakil direktur utama : Michellina Laksmi Triwardhany, direktur : Herry Hykmanto, direktur : Satinder Pal Singh Ahluwalia dan direktur : Adnan Qayum Khan.

Selanjutnya, Rita Mirasari sebagai direktur, direktur : Heriyanto Agung Putra, direktur :Yasushi Itagaki dan direktur :Dadi Budiana. Sebagai informasi, Mitsubishi UFJ FInancial Group (MUFG) sebagai pemegang saham bakal menguasai 40,69% saham PT Bank Danamon Tbk (BDMN) setelah mengakuisisi PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BBNP).

Jumlah kepemilikan tersebut berasal dari dua anak usaha MUFG yang akan menggenggam saham Danamon. Pertama, MUFG Bank yang akan mengempit 3.848.809.142 lembar saham senilai Rp 1,62 triliun atau setara 33,18% kepemilikan. Kedua adalah ACOM yang akan memiliki 127.676.954 lembar saham senilai Rp 63,83 miliar atau setara 1,31%. Kendali MUFG pun masih dapat meningkat, jika pemegang saham lainnya menjual kepemilikannya ke MUFG Bank.

Tercatat, Asia Financial Pte. Ltd, anak usaha Temasek Holdings masih mengempit 3.242.784.698 saham senilai Rp 1,62 triliun atau setara 33,18% kepemilikan saham. Kemudian PT Hermawan Sentral Investama yang memiliki 21.796.371 lembar senilai Rp10,89 miliar atau setara 0,22%. Jika MUFG Bank memborong semua kepemilikan pemegang saham lainnya, maka setidaknya MUFG bisa mengempit 74,09% kepemilikan. Sedangkan sisanya akan dimiliki oleh empat direksi Danamon dengan kepemilikan 0,04%, dan 25,87% dimiliki masyarakat. Sementara secara total, pascamerger, Danamon akan memiliki modal dasar sebanyak 17.782.400.000 senilai Rp 10 triliun

BERITA TERKAIT

Penjualan Mobil Astra International Turun 6,7%

NERACA Jakarta – Bisnis otomotif yang masih lesu masih dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Dimana emiten produsen otomotif ini…

Bidik Pasar Millenials - Topping Offf Emerald Bintaro Tepat Waktu

NERACA Jakarta- Menyusul serah terima kunci apartemen A yang tepat waktu di tahun lalu, PT Jaya Real Property Tbk sebagai…

Laba Bersih Unilever Terkoreksi 24,37%

NERACA Jakarta – Pencapaian kinerja keuangan PT Unilever Indonesia Tbk di kuartal tiga tercatat negatif. Dimana perseroan dalam laporan keuangannya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pangsa Pasar Menyusut - Volume Penjualan Rokok HMSP Terkoreksi 5,7%

NERACA Jakarta - Keputusan pemermintah yang akan menaikkan cukai rokok rata-rata sebesar 23% mulai Januari 2020 menjadi ancaman terhadap pertumbuhan…

Bekasi Fajar Raup Pendapatan Rp 607,61 Miliar

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2019, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) membukukan pendapatan Rp 607,61 miliar. Jumlah…

Usai Pelantikan Presiden Terpilih - Pelaku Pasar Menantikan Tim Kabinet Ekonomi

NERACA Jakarta- Sentimen positif pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Indonesia priode 2019-2024 masih menyelimuti pergerakan indeks harga saham gabungan…