Bisa Ganggu Produksi Udang Nasional, KKP Tangkal Virus AHPND

NERACA

Jakarta – Virus acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) sudah menyerang produksi udang di beberapa negara tetangga. Oleh karenanya, saat ini Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) tengah mengantisipasi dengan menangkal agar virus AHPND tidak masuk ke Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto, menuturkan, virus AHPND sudah masuk di China, Thailand, Malaysia, Meksiko, dan Vietnam. Namun begitu, hingga saat ini Indonesia masih bebas dari penyakit yang menyerang udang tersebut. “Kami terus berusaha keras untuk menangkal agar virus itu tidak masuk ke Indonesia, karena virus tersebut sangat berbahaya dapat menganggu produksi udang nasional,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jum’at (22/3).

Seperti merujuk data FAO, ujar Slamet, dalam waktu 3 tahun produksi udang di Thailand turun drastis dari 609.552 ton pada 2013 menjadi 273.000 ton di tahun 2016. Sementara itu, di Vietnam selama kurun waktu 2013 – 2015 kerugian yang diakibatkan dari kematian produksi udang ditaksir mencapai 216,23 USD. “Udang komoditas primadona ekspor Indonesia. Kita tidak mau perudangan nasional terganggu. Makanya kami berusaha keras agar virus itu tidak sampai masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, Slamet mengatakan, setidaknya ada 7 upaya pencegahan yang dilakukan KKP, yakni pertama, melakukan surveilan AHPND ke sentra-sentra budidaya udang.

Kemudian, KKP juga meningkatkan kesadaran masyarakat pembudidaya (public awareness) terhadap bahaya serta pencegahan AHPND ke sentra-sentra budidaya udang di Indonesia melalui penyelenggaran workshop yang dilakukan di sentra-sentra budidaya udang bersama-sama dengan Pemerintah dan beberapa stakeholder.

“Kami juga menyusun Standard Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan penyakit bakterial, melakukan penguatan kapasitas laboratorium (SDM dan peralatan) UPT DUPB dan UPT Karantina, menyusun rencana aksi pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit AHPND di Indonesia, serta telah melakukan kesepakatan bersama antara pelaku usaha seperti SCI, GPMT, Pembenih, dan Asosiasi Saprotam, dalam pencegahan masuk dan tersebamya AHPND di Indonesia,” tutur Slamet.

Selain itu juga, Indonesia juga akan meningkatkan kewaspadaan tehadap transboundary disease dalam hal ini AHPND, dengan memperketat pengawasan beberapa pelabuhan strategis terhadap masuk dan keluarnya induk dan benih dari dan ke luar negeri.

Seperti diketahui,AHPND merupakan penyakit udang yang ditimbulkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menjadi penghasil toksin mematikan. Umumnya, virus tersebut menyerang udang windu dan vaname. AHPND menyerang udang yang masih berusia kurang dari 40 hari setelah ditebar di tambak.

Sebagai informasi, AHPND pertama kali teridentifikasi di China pada tahun 2009 dengan sebutan Covert Mortality Disease dan dilaporkan tahun 2010 telah menyerang Vietnam disusul Malaysia (2011), Thailand (2012), Mexico (2013), Bangladesh (2014) dan Philipina (2015).

Secara umum gejala klinis yang terlihat pada udang yang terinfeksi oleh AHPND di tambak antara lain, (1) Terjadi kematian secara mendadak di dasar petak tambak pada umur <40 hari pasca tebar, (2) Seringkali wama seluruh badan udang pucat dan saluran pencemaan kosong; (3) Hepatopankreas terlihat mengecil dan pucat jika dibedah. Sedangkan di hatchery gejala klinis terhadap serangan AHPND masih sulit untuk dikenali, namun demikian dapat dilihat dan adanya gerakan larva dan postlarva (PL) yang terlihat lemah, hepatopankreas pucat, dan terjadi kematian secara mendadak mulai stadia PL 1 sampai dengan sebelum PL didistribusikan mencapai >30%.

BERITA TERKAIT

APRESIASI BRI UNTUK TIM PASKIBRAKA NASIONAL

Anggota Tim Paskibraka Nasional 2019 menunjukkan Kartu ATM BRIZZI disela acara penyerahan dana pembinaan total sebesar Rp.241 juta berupa Tabungan…

Mendorong Ekonomi Syariah jadi Pilar Ekonomi Nasional

    NERACA   Jakarta - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bambang Kusmiarso mengatakan, Indonesia yang mayoritas penduduknya…

Dunia Usaha - Agar Industri Plastik Sekali Pakai Beralih Produksi Daur Ulang

NERACA Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti mengimbau kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menghentikan produksi plastik…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sektor Manufaktur Harus Berani Lakukan Terobosan

NERACA Jakarta – Sektor industri manufaktur dinilai perlu memperbanyak terobosan di tengah ketatnya persaingan dengan pelaku usaha di kawasan Asia…

PPnBM Kendaraan Diusulkan Berdasarkan Emisi Karbon

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian telah mengusulkan agar Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) kendaraan ditentukan berdasarkan emisi karbon sebagai…

Kemenperin Revitalisasi Sentra IKM di Sulawesi Tengah

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian sedang berupaya merevitalisasi sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Sulawesi Tengah khususnya di Kota…