Lippo Karawaci Raup Dana Segar US$ 280 Juta

NERACA

Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melakukan rights issue dan divesatasi aset. Teranyar, perseroan telah mendapatkan setoran dana segar sebesar US$ 280 juta dari PT Inti Anugerah Pratama (IAP) selaku pemegang saham perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata John Riady, CEO Lippo Karawaci, dana yang disetor ini disebut advanced subscription yang merupakan penyetoran modal di muka untuk bagian hak dari IAP dalam penawaran umum terbatas senilai US$730 juta yang diumumkan oleh perseroan pada 12 Maret 2019 (rights issue). Disebutkan, dana yang disetorkan lebih awal tersebut akan dianggap sebagai pembayaran atas persetujuan pemesanan saham LPKR dalam rights issue dengan harga pelaksanaan yang sama seperti hak yang akan diberikan untuk semua pemegang saham LPKR, yakni dengan nilai Rp235 per saham.”Penyelesaian advanced subscription menandai langkah pertama yang penting dari program pendanaan dan akan memperkuat komitmen kami terhadap transformasi strategis LPKR,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jumlah dana yang disetor lebih awal ini tidak dikenakan bunga dan tidak dapat dibayar kembali dalam bentuk tunai. John menambahkan, dana senilai US$280 juta akan digunakan untuk mulai mengoptimalkan neraca dengan memenuhi berbagai kewajiban keuangan jangka pendek perseroan. Sebagai informasi, Lippo Karawaci adalah perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset US$3,4 miliar per 31 Desember 2018. Bisnis inti LPKR terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan.

LPKR juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset. Adapun luas landbank LPKR mencapai 1.297 ha. LPKR juga memiliki entitas anak yakni PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk. (GMTD) di mana LPKR masing-masing memiliki saham 54,4% dan 62,7%. LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar. 2

LPKR memiliki 51,05% saham di PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO). SILO memiliki 35 rumah sakit canggih di 27 kota di seluruh Indonesia – 12 rumah sakit di Jabodetabek, 23 di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, didukung oleh lebih dari 2.900 dokter spesialis dan dokter umum serta lebih dari 10.000 perawat dan staf pendukung.

LPKR juga memiliki dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$1,0 miliar dan US$1,4 miliar, per 31 Desember 2018.

BERITA TERKAIT

Imbangi Aliran Modal Asing - OJK Targetkan 5 Juta Investor Pasar Modal

NERACA Jakarta – Memperingati 42 tahun kembali diaktifkannya industri pasar modal, telah banyak pencapaian dan perubahan yang ditorehkan. Bahkan industri…

AKIBAT KENAIKAN IMPOR NONMIGAS - NPI Defisit US$63,5 Juta di Juli 2019

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, data neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Juli 2019 terjadi defisit US$ 63,5 juta, yang merupakan…

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun - Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar

DPRD‎ Depok "Hanya" Setujui APBD Perubahan 2019 Rp3,7 Triliun Punya Potensi Dana SILPA 2018 Rp‎765,6 Miliar NERACA Depok - ‎DPRD…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…