Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA

Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang membukukan penurunan laba bersih sebesar 38,3% atau menjadi sebesar Rp 1,14 triliun dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 1,85 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Namun demikian, emiten produsen semen ini masih mencatatkan pendapatan senilai Rp15,19 triliun, naik tipis sebesar 5,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp14,43 triliun. Di sisi lain, beban pendapatan perseroan meningkat sebesar 14,8% dari Rp9,42 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp10,82 triliun pada 2018. Dengan demikian perseroan mendapatkan laba kotor senilai Rp4,32 triliun pada 2018, melambat 13,6% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp5 triliun.

Adapun, biaya operasi perusahaan dengan merek dagang Semen Tiga Roda tersebut pada 2018 tercatat senilai Rp3,32 triliun atau meningkat 7,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp3,08 triliun. Sementara itu, total aset yang dimiliki INTP pada 2018 tercatat senilai Rp27,78 triliun, menurun 3,74% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp28,86 triliun.

Total liabilitas INTP pada 2018 tercatat Rp4,56 triliun, meningkat 6% dibandingkan dengan 2017 senilai Rp4,3 triliun, sedangkan untuk total ekuitas INTP pada 2018 tercatat Rp23,31 triliun, melambat 5,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp24,55 triliun. Di tengah berlanjutnya kelebihan pasokan semen, menurut Selvi Ocktaviani, analis NH Korindo Sekuritas, INTP dapat mengantisipasi kelebihan pasokan dengan berupaya menjadi pemasok semen pada proyek infrastruktur strategis secara jangka panjang. Di samping itu, perseroan juga bisa terus melakukan efisiensi biaya. “Dibandingkan pemain semen lainnya, INTP sejauh ini masih menjadi emiten dengan biaya pengeluaran terendah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Fahressi Fahalmesta, analis Ciptadana Sekuritas Asia, proyek-proyek infrastruktur bisa menjadi andalan bagi INTP untuk mendulang keuntungan dari penjualan semen sekaligus meminimalisir lemahnya permintaan dari sektor properti. Saat ini, kapasitas terpasang Indocement tercatat sebesar 24,9 juta ton per tahun atau kedua terbesar setelah Semen Indonesia Group yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 32,2 juta ton per tahun.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

Laba Bersih GMFI Terkoreksi 58,99%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2019, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar US$3,01…

Berkat Strategi Bisnis Tepat - ABM Investama Raup Laba US$ 65,49 Juta

NERACA Jakarta - PT ABM Investama Tbk (ABMM), perusahaan energi terintegrasi nasional membukukan laba bersih sebesar US$ 65,49 juta di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…