Multi Bintang Bakal Rilis Produk Baru - Perkuat Bisnis Non Alkohol

NERACA

Jakarta – Mensiasati bisnis minuman alkohol yang masih tertekan seiring dengan adanya kebijakan kenaikan tarif cukai minuman alkohol, PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) bakal memacu penjualan segmen produk nonalkohol pada tahun ini dengan meluncurkan produk terbaru.

Direktur Independen Multi Bintang Indonesia, Bambang Britono mengatakan, perseroan akan meneruskan momentum kenaikan penjualan minuman non-alkohol pada tahun ini. Meski demikian, perseroan tidak dapat memberikan target penjualan maupun pertumbuhan yang dipasang.“Setelah sukses meluncurkan produk baru minuman non alkohol, ke depan bakal kembali meluncurkan produk baru,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Analis PT Indo Premier Sekuritas, Willy Goutama mengatakan, segmen produk minuman rendah alkohol dan non alkohol bakal menjadi mesin pertumbuhan pendapatan perseroan. Ini sejalan dengan regulasi baru soal larangan penjualan minuman beralkohol di convenience store dan saluran perdagangan tradisional.“MLBI merespons dengan meluncurkan produk rendah dan non alkohol untuk menyiasati larangan dan memperluas pasar," katanya.

Peluncuran produk baru di segmen tersebut di antaranya Radler rasa lemon pada 2014 dan rasa jeruk pada akhir 2017, Strong Bow pada 2016 dan rasa blackcurrant, serta Fayrouz untuk segmen minuman non-alkohol pada 2014-2015 dan cita rasa terkini di 2019.MLBI juga telah melakukan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Dari segi pesaing, perseroan tidak dapat dibandingkan dengan PT Delta Djakarta Tbk. yang penjualannya hanya sekitar 22% dari total penjualan MLBI.

Kompetitor baru lainnya yakni Orang Tua Group dengan produk bir andalannya Prost, yang setara dengan radler 'Alster', dan Stepsi bir campuran coca. Produk lainnya yakni Heineken, diproduksi oleh MLBI dengan 70% bahan baku atau setara dengan 40% harga pokok penjualan diimpor dari Australia dan Eropa.

MLBI memiliki net profit margin tinggi yakni 34% pada 2018 dan tidak memiliki hutang buku. Secara valuasi, saat ini saham MLBI diperdagangkan dengan PE 31,3 kali yang relatif sesuai dengan produsen FMCG lainnya.”Risiko yang dapat memengaruhi saham MLBI yakni regulasi yang berpotensi melarang MLBI memasarkan produk minuman rendah alkohol,"jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan yang memiliki pabrik alkohol di Tangerang dan Sampang Agung Jawa Timur, serta pabrik non-alkohol di Pacet Jawa Timur itu. Sepanjang tahun 2018, PT Multi Bintang IndonesiaTbk mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 7,67% meski perolehan laba bersih tertekan 7,35% sepanjang 2018.

Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp3,65 triliun pada 2018. Perolehan ini meningkat 7,67% dibandingkan dengan penjualan pada 2017 sebesar Rp3,39 triliun.Adapun, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp1,19 triliun pada tahun lalu, naik 6,16% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp1,12 triliun.Lebih lanjut, beban penjualan sebesar Rp610,69 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp198,77 miliar, beban keuangan sebesar Rp34,16 miliar, beban pajak penghasilan sebesar Rp447,11 miliar.

BERITA TERKAIT

Gandeng Kerjasama Tanamduit - Investree Rilis Promo Bonus Reksa Dana

NERACA Jakarta – Guna mengoptimalkan minat masyarakat, khususnya generasi milenial berinvestasi di reksa dana, maka beberapa agen penjual efek reksa…

Mandiri Investasi Bakal Terbitkan KIK- EBA

NERACA Jakarta – Sukses mengantarkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menerbitkan produk inovatif di sektor pasar modal Indonesia, yaitu…

Terbitkan Produk KIK Dinfra - Jasa Marga Targetkan Dana Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta –Besarnya kebutuhan modal PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam mendanai proyek jalan tol, mendorong perseroan untuk terus memanfaatkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…