Aneka Gas Industri Terbitkan Obligasi - Lunasi Utang Jatuh Tempo

NERACA

Jakarta – Pangkas beban utang, PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) bakal melakukan refinancing dengan menerbitkan surat utang atau obligasi. Dimana emiten distributor gas ini belum lama ini telah menyelesaikan proses penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2019. Hasil obligasi ini akan digunakan untuk refinancing utang jatuh tempo perseroan pada tahun ini.

Direktur Utama Aneka Gas Industri, Rachmat Harsono mengatakan bahwa sebagian hasil obligasi akan digunakan untuk refinancing pinjaman bank yang jatuh tempo pada kuartal I/2019 dan kuartal II/2019 yakni sebesar Rp240 miliar. Adapun, Rp50 miliar sisanya akan digunakan untuk belanja modal.

Disampaikannya, penawaran obligasi tersebut telah oversubscribe kendati tidak disebutkan angkanya.”Digunakan untuk refinancingutang jatung jatuh tempo pada Q1 [kuartal I] dan Q2 [kuartal II] sejumlah Rp240 miliar dan Rp50 miliar untuk belanja modal. Bisa dibilang oversubscribe ," katanya di Jakarta, kemarin.

PT Aneka Gas Industri Tbk melaporkan telah menyelesaikan proses penawaran umum obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2019 sebesar Rp180 miliar.Jumlah pokok obligasi yang diterbitkan pada tanggal emisi terdiri dari dua seri yakni seri A senilai Rp164 miliar dengan tingkat bunga 11% per tahun. Jangka waktu obligasi seri A adalah 3 tahun dengan pembayaran obligasi penuh pada saat jatuh tempo.

Adapun, seri B senilai Rp16 miliar dengan tingkat bunga Rp11,5% per tahun dengan jangka waktu obligasi 5 tahun dan pembayaran dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada 19 Juni 2019. Sementara itu, pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus tanggal pelunasan pokok obligasi masing-masing seri yakni 19 Maret 2022 untuk obligasi seri A dan 19 Maret 2024 untuk obligasi seri B.

Lebih lanjut, untuk penerbitan sukuk ijarah berkelanjutan I tahap III tahun 2019 sebesar Rp110 miliar dengan cicilan imbalan ijarah sebesar Rp12,1 miliar per tahun dihitung dari jumlah sisa imbalan ijarah sebesar Rp110 juta per Rp1 miliar per tahun yang berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Cicilan imbalan ijarah dibayarkan setiap kuartal Pembayaran cicilan imbahan ijarah pertama akan dilakukan 19 Juni 2019. Sedangkan, pembayaran cicilan imbalan ijarah terakhir sekaligus tanggal pembayaran kembali sisa imbalan ijarah pada 19 Maret 2022.

BERITA TERKAIT

SERAPAN TENAGA KERJA INDUSTRI HASIL TEMBAKAU

Pekerja memproduksi rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) secara manual di pabrik rokok PT Praoe Lajar yang menempati bekas kantor perusahaan…

Otomotif - Industri Komponen Mobil Listrik Dipacu Dengan Pengurangan Pajak

NERACA Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan untuk mengembangkan produksi mobil listrik massal, maka…

Begini Inovasi Kemenperin Dukung Industri Minyak Kayu Putih

NERACA Jakarta – Inovasi milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lolos terpilih masuk dalam kategori Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019, setelah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…