Laba Bersih PP Presisi Tumbuh 73,35%

NERACA

Jakarta – Pencapaian kinerja PT PP Presisi Tbk (PPRE) di 2018 berhasil membukukan kinerja yang cukup apik. Dimana anak usaha dari PTPP ini berhasil membukukan laba bersih Rp326,42 miliar atau tumbuh 73,35% dari Rp188,30 miliar pada 2017. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, beban pokok penjualan naik 68,43% secara tahunan pada 2018. Nilai yang dikeluarkan naik dari Rp1,37 triliun pada 2017 menjadi Rp2,30 triliun pada 2018. Kemudian laba kotor yang dibukukan senilai Rp743,31 miliar per akhir Desember 2018. Pencapaian itu naik 66,70% dari Rp445,89 miliar pada 2017.

Di sisi lain, emiten berkode saham PPRE itu tercatat memiliki liabilitas Rp3,41 triliun per 2018. Tercatat, terjadi kenaikan 27,33% dari Rp2,68 triliun pada 2017. Selanjutnya, entitas anak PT PP (Persero) Tbk. itu tercatat memiliki total ekuitas Rp2,83 triliun per akhir Desember 2018 atau tumbuh 16,25% secara tahunan. Adapun, total aset yang dimiliki PPRE senilai Rp6,25 triliun pada 2018 atau naik 22,05% dari Rp5,12 triliun per akhir Desember 2017.

Selain itu, perseroan juga mencatatkan compound annual growth rate atau CAGR pendapatan 101% sepanjang 2014—2018. Selanjutnya, CAGR laba kotor sebesar 83% sepanjang periode tersebut. Sementara itu, CAGR laba bersih perseroan mencapai 90% sepanjang 2014—2018. Bahkan, CAGR ekuitas mencapai 140% selama periode itu.

Kata Direktur Keuangan PP Presisi, Benny Pidakso, perseroan telah menyiapkan strategi untuk mencapai target 2019. Salah satunya memperkuat sinergi dengan entitas induk, PT PP (Persero) Tbk., melalui pengerjaan semua kontrak. Selain itu, dia mengungkapkan perseroan akan menggarap terbukanyacaptive marketpembangunan gedung dan infrastruktur dari holding maupun anggota dari Holding Badan Usaha Milik Negara Perumahan dan Kawasan.

Selanjutnya, PPRE akan mendorong entitas anak, PT Lancarjaya Mandii Abadi (LMA), untuk mengembangkan lini bisnis jasa pertambangan sebagai diversifikasi usaha yang masih berbasis alat berat. Di samping itu, diversifikasi ke bidangsoil improvementlewat ekspansi anorganik juga bakal ditempuh perseroan. Menurutnya, dengan strategi tersebut, PPRE optimistis dapat memenuhi harapan PP untuk dapatberkontribusi sebesar 11% terhadap total nilai pekerjaan baru tahun ini.

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

CMNP Kantungi Laba Bersih Rp 775,85 Miliar

NERACA Jakarta - Bisnis jalan tol sepanjang tahun 2018 masih memberikan keuntungan bagi PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP). Dimana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…