Pelanggan Naik, XL Targetkan Pendapatan Rp 20,4 Triliun

Neraca

Jakarta – Persaingan ketat antar operator telekomunikasi, memaksa PT XL Axiata Tbk (EXCL) untuk terus mengembangkan produk nilai jual. Bahkan perseroan percaya diri, ditahun ini memproyeksikan pertumbuhan pendapatan berkisar Rp 20,4 triliun.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi mengatakan, pendapatan tahun ini akan tumbuh 6-8% menjadi Rp20,4 triliun, bila dibanding dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp18,92 triliun. "Kita memperkirakan pendapatan XL untuk tahun ini tumbuh 6-8%, sejalan dengan industri," katanya di Jakarta,Rabu (14/3).

Menurut Hasnul, kontribusi pendapatan terbesar berasal dari layanan suara (voice) sekitar 50%, disusul oleh pesan pendek (SMS), serta layanan data. Pada tahun lalu, pertumbuhan layanan data hampir 61%, sementara kontribusinya terhadap pendapatan sebesar 23%.

Seiring dengan pertumbuhan layanan XL, katanya, perseroan memperkirakan jumlah pelanggan ikut naik menjadi 50-51 juta pelanggan pada tahun ini. Tahun lalu, perseroan mencatat sekitar 46,4 juta pelanggan. "Kami melihat dari 50 juta pelanggan itu, ada sekitar 3,6 juta pelanggan baru," tuturnya.

Tahun lalu, layanan SMS naik 8% pada sepanjang kuartal IV-2011, sedangkan percakapan tumbuh 4%. Dia menjelaskan, pertumbuhan pelayanan data tidak lepas dari tumbuhnya populasi pengguna jaringan sosial.

Saat ini pengguna layanan data nasional saat ini mencapai 25,5 juta orang, atau 55% dari total pelanggan XL. Lebih lanjut Hasnul menjelaskan pertumbuhan penggunaan data tercatat sebesar 295% dari 2,7 Petabyte pada 2010 menjadi 10,6 Petabyte pada 2011.

Sementara untuk meningkatkan penggunaan "voice", program telepon gratis 1.440 menit dan 10.000 SMS gratis selama 24 jam menunjukkan hasil yang positif. Kendati layanan data menunjukkan peningkatan cukup signfikan, namun XL mengalami penurunan pendapatan dari layanan Value Added Service (VAS) sebesar 57% pada kuartal IV-2011. "Penurunan itu disebabkan adanya surat edaran atau instruksi pemerintah terkait BRTI mengenai layanan Jasa Pesan Premium," katanya.

Rencana Beli Saham Etisalat

Selain itu, Hasnul juga mengungkapkan belum mengetahui rencana Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) menjual sebesar 13,3% pada XL Axiata. "Belum ada informasi lebih lanjut soal adanya rencana Etisalat melepas sahamnya di XL," tegasnya.

Sebelumnya dikabarkan, perusahaan bermarkas di Uni Emirat Arab ini akan melepas seluruh sahamnya pada operator seluler nomor 3 terbesar di Indonesia itu. Etisalat menunjuk JP Morgan dan Morgan Stanley untuk melepas kepemilikan saham Etisalat yang diperkirakan senilai US$ 600 juta- US$ 700 juta.

Etisalat diketahui membeli saham XL Axiata pada tahun 2007 senharga 440 juta dolar AS, meski begitu Hasnul enggan menanggapi pemberitaan tersebut.

Pada saat yang sama XL mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp7 triliun-Rp8 triliun. Investasi tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp6,5 triliun. Adapun sumber dana capex 2012 dibiayai dari kas internal perseroan, selebihnya dari pinjaman perbankan.

Sebesar 60% dari capex 2012 ditambahkan Hasnul, digunakan untuk investasi dalam rangka memperkuat infrastruktur jaringan 3G, selebihnya untuk meningkatkan kualitas layanan data dan jasa nilai tambah (value added services). Investasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah pelanggan dari 46,4 juta nomor tahun 2011, menjadi sekitar 50 juta pada akhir 2012.

Sejalan dengan itu, Hasnul menuturkan perseroan sedang menuntaskan pembayaran utang jatuh tempo obligasi perusahaan sebesar Rp1,5 triliun. Diharapkan. dengan pelunasan tersebut maka akan terjadi pengurangan cost. (bani)

Related posts