Telkom Rilis Hanya 17% Kampus Dapatkan Akses IT

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merilis hanya 17% perguruan tinggi atau sekitar 500 kampus dari total 3.011 universitas di seluruh Indonesia yang hanya mendapatkan layanan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, minimnya perguruan tinggi menikmati layanan telekomunikasi karena persoalan infrastruktur, “Jauh yang diharapkan jumlah perguruan tinggi yang sudah mendapatkan akses layanan teknologi informasi dan telekomunikasi,”katanya di Jakarta, Rabu (14/3).

Menurutnya, peran teknologi informasi dinilai penting dan bahkan saat ini, sektor telekomunikasi telah berkontribusi sekitar 0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB). Bahkan, sudah dua tahun terakhir trafik teknologi informasi naik 24%. “Hal ini menyakinkan kami untuk membuat peringkat bagi kampus-kampus di Indonesia," ujarnya.

Dia juga mengungkapkan, Universitas Indonesia ditetapkan sebagai kampus terbaik dari 100 kampus yang mengimplementasikan TIK dalam proses belajar mengajar. Kampus kedua dan ketiga terbaik adalah Universitas Gunadarma dan Bina Nusantara.

Disampaikannya, UI mampu menerapkan TIK secara baik dalam proses belajar mengajar. Bukan hanya dalam penerapan jejaring sosial melainkan pengetahui soal TIK itu sendiri. Rinaldi mengatakan TeSCA (Telkom Smart Campuss Award) merupakan program pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia yang mengimplentasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Sementara itu, Direktur Enterprise & Wholesale Telkom Arief Yahya menambahkan proses penilaian TeSCA dilaksanakan mulai Oktober 2011 hingga Januari 2012, yang diikuti oleh 355 universitas. TeSCA menjadi ajang `benchmarking` TIK perguruan tinggi di Indonesia sehingga menunjang perguruan tinggi sebagai `center of excellence.

Kata Arief, TeSCA juga merupakan wujud kepedulian Telkom pada dunia pendidikan serta upaya untuk menjalin hubungan yang baik dengan komunitas kampus sekaligus menciptakan standar TIK yang tepat di lingkungan perguruan tinggi.

Melalui TeSCA, kampus dapat mengetahui posisi sekaligus dapat mengetahui cara untuk meningkatkan implementasi TIK yang dapat dirasakan manfaatnya oleh komunitas kampus dan masyarakat luas. (bani)

Related posts