IHSG Masih Menikmati Tren Penguatan

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Selasa kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,296 poin (0,52%) ke level 4.008,642. Sementara Indeks LQ 45 naik 3,670 poin (0,53%) ke level 693.045. Aksi beli di penghujung perdagangan berhasil mendorong indeks naik tinggi, disamping sentimen positif penguatan bursa saham di Asia.

Menurut managing research Indosurya Asset Management Reza Priyambada, penguatan indeks dalam negeri yang menembus level 4.000 poin dipengaruhi sentimen regional, “Indeks saham dalam negeri menguat menembus level 4.000 poin, minimnya sentimen dari dalam negeri membuat bursa Indonesia mengikuti pergerakkan bursa regional,”katanya di Jakarta, Selasa (13/3).

Sentimen dari eksternal, kata dia, pelaku pasar merespon positif sinyal pembicaran dana talangan (bailout) sehingga mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap gagal bayar Yunani.

Dia mengatakan, pada pekan lalu Yunani telah merampungkan rencana restrukturisasi hutangnya, kemungkinkan Yunani memaksa kreditur swasta untuk menukar obligasi Yunani yang lama dengan obligasi baru yang bernilai lebih rendah.

Sebelumnya, penguatan indeks Selasa kemarin tidak banyak disuport dari terhadap penguatan saham-saham berbasis komoditas. Pasalnya, menjinaknya harga-harga komoditas, seperti minyak dunia dan emas, membuat investor memilih tanamkan uangnya di pasar modal. Sehingga, saham-saham yang valuasinya masih murah kembali diburu investor.

Akhirnya seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, dipimpin oleh saham-saham berbasis komoditas dan aneka industri. Investor asing dan lokal kembali akumulasi saham. Berikutnya pada perdagangan Rabu (14/3), IHSG akan terus bergerak di posisi yang sama dengan tren penguatan dan indeks BEI sendiri diproyeksikan akan bergerak di level 4.008-4.020.

Perdagangan kemarin berjalan dengan frekuensi transaksi mencapai 120.656 kali pada volume 2,786 juta lot saham senilai Rp 3,985 triliun. Sebanyak 137 saham naik, sisanya 72 saham turun, dan 109 saham stagnan.

Meskipun pada akhir perdagangan kemarin, kecepatan bursa-bursa di Asia sedikit melambat, namun seluruhnya masih mampu bertahan di teritori positif. Sentimen regional juga yang membantu indeks menembus level 4.000.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Myoh (MYOH) naik Rp 975 ke Rp 4.950, Century Textille (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.500, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 70.600, dan Indomobil (IMAS) naik Rp 500 ke Rp 14.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.550 ke Rp 138.500, Sona Topas (SONA) turun Rp 230 ke Rp 1.870, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 19.700, dan Nipress (NIPS) turun Rp 100 ke Rp 3.700.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG ditutup menguat 10,388 poin (0,26%) ke level 3.997,734. Sementara Indeks LQ 45 naik 2,218 poin (0,32%) ke level 691,593. Lagi-lagi penguatan indeks terbantu dari menguatnya saham-saham berbasis komoditas.

Perdagangan pun berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 57.805 kali pada volume 1,286 juta lot saham senilai Rp 1,807 triliun. Sebanyak 107 saham naik, sisanya 87 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 55.850, Astra Internasional (ASII) naik Rp 600 ke Rp 70.400, Myoh (MYOH) naik Rp 525 ke Rp 4.500, dan Pioneerindo (PTSP) naik Rp 455 ke Rp 2.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 52.500, Sona Topas (SONA) turun Rp 230 ke Rp 1.870, Indofood (INDF) turun Rp 100 ke Rp 5.000, dan Cahaya Kalbar (CEKA) turun Rp 80 ke Rp 1.100.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 19,83 poin atau 0,50% ke posisi 4.007,18, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,05 poin atau 0,73% ke posisi 694,43 poin. "Pertemuan menteri keuangan uni Eropa yang akan membahas pemberian dana talangan bagi Yunani setelah selesainya negosiasi proses restrukturisasi dinilai baik oleh pelaku pasar sehingga bursa regional termasuk IHSG berada dalam area positif," kata analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan.

Oleh sebab itu, dirinya sempat memperkirakan, secara teknikal indeks diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat pada kisaran 3.950-4.010 poin. Sementara analis Samuel Sekuritas, Christine Salim menambahkan, bursa Asia kemarin dibuka menguat termasuk IHSG memfaktorkan optimisme dari pemberian "bailout" bagi Yunani.

Namun demikian, lanjut dia, saham-saham sektor batubara diperkirakan tertekan seiring koreksi signifikan yang terjadi pada harga batubara NEWC (Newcastle Coal Index) dalam tiga pekan terakhir yang mencapai sekitar 10%.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 238,39 poin (1,12%) ke level 21.369,17, indeks Nikkei-225 naik 91,86 poin (0,93%) ke level 9.981,72 dan Straits Times menguat 22,99 poin (0,78%) ke level 2.985,17. (bani)

Related posts