Sentimen Regional Paksa IHSG Kembali Terkoreksi

Neraca

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin awal pekan ditutup melemah 4,198 poin (0,11%) ke level 3.987,346. Sementara Indeks LQ 45 naik tipis 0,127 poin (0,02%) ke level 689,375.

Menurut senior reserch HD Capital, Yuganur Wijanarko, gagal IHSG menembus di atas "resistance" psikologis 4.000 diakibatkan tekanan regional dan pelemahanan rupiah sehinggga indeks terkoreksi, “Terkoreksinya indeks akibat tekanan regional dan pelemahan rupiah sehingga tren `sideways` masih berlangsung," katanya di Jakarta, Senin (12/3).

Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal, didorong oleh mixed-nya bursa-bursa di Asia. Cuma dua sektor yang mampu menguat, yaitu sektor konsumer dan perbankan. Saham-saham bank masih menjadi incaran, terutama oleh investor asing. Sayangnya, saham-saham berbasis komoditas, seperti agrikultur dan tambang masih dilepas investor.

Namun, investor juga masih belum terlalu bergairah dalam bertransaksi. Terlihat dari frekuensi dan nilai transaksi yang lumayan tipis. Berikutnya, indeks Selasa di prediksikan akan bergerak di zona yang sama dengan tren indeks melemah. IHSG sendiri diproyeksikan akan bergerak di level 3.976-3.984.

Pada perdagangan Senin kemarin berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 93.512 kali pada volume 2,708 juta lot saham senilai Rp 3,284 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 370 ke Rp 1.870, Goodyear (GDYR) naik Rp 300 ke Rp 12.300, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 19.800, dan Century Textille (CNTX) naik Rp 200 ke Rp 7.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 55.250, United Tractor (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 29.250, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 69.800, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 22.200.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG ditutup turun tipis 6,063 poin (0,15%) ke level 3.985,481. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 0,562 poin (0,08%) ke level 688,686. Aksi ambil untung banyak dilakukan investor lokal, didorong oleh mixed-nya bursa-bursa di Asia. Cuma tiga sektor yang mampu menguat, yaitu sektor industri dasar, konsumer dan perbankan.

Lagi-lagi saham-saham bank masih menjadi incaran, terutama oleh investor asing. Sayangnya, saham-saham berbasis komoditas, seperti agrikultur dan tambang masih dilepas investor. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 58.958 kali pada volume 1,441 juta lot saham senilai Rp 1,448 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 70 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 320 ke Rp 1.820, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 19.800, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 43.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 17.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 29.100, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 56.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 450 ke Rp 22.150, dan Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 3.800.

Asal tahu saja, pada awal perdagangan, IHSG sebaliknya dibuka menguat 6,44 poin atau 0,16% ke posisi 3.997,98. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,64 poin atau 0,24% ke posisi 690,65 poin. "Bursa Asia pagi ini dibuka `mixed` dengan kecenderungan menguat memfaktorkan sentimen positif dari data ekonomi AS di akhir pekan lalu," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia menambahkan, China telah merilis data ekonomi dengan defisit perdagangan di bulan Februari mencapai level terendah sejak 1989 seiring perlambatan ekspor. Dengan kondisi itu, lanjut dia, IHSG sudah diperkirakan bergerak "sideways" (mendatar) dengan potensi ambil untung pada beberapa saham yang telah menguat signifikan selama pekan lalu khususnya sektor telekomunikasi dan perbankan.

Namun demikian, beberapa saham berbasis komoditas khususnya crude palm oil (CPO) dan batu bara diperkirakan akan kembali menguat seiring penguatan harga komoditas dunia.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, awal pekan secara teknikal indeks BEI berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada kisaran 3.950-4.015 poin. "Data tingkat pengangguran AS serta mayoritas kreditor swasta Yunani yang dikabarkan menyetujui restrukturisasi utang dengan Yunani, dapat memberikan sentimen terhadap indeks BEI," katanya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 48,54 poin (0,23%) ke level 21.037,46, indeks Nikkei-225 naik ke posisi 38,82 poin (0,39%) ke level 9.968,56 dan Straits Times melemah 12,95 poin (0,64%) ke level 2.005,35. (bani)

Related posts