Diskon & Promo : Daya Tarik Utama

Wisata belanja merupakan salah satu daya tarik utama di kota Jakarta. Dengan puluhan Mal yang berdiri tegap berdampingan bersama pasar-pasar, baik tradisional maupun semi modern, nampaknya ibukota Indonesia ini memang surganya pecinta kegiatan shopping atau sekadar cuci mata.

Daya tarik wisata belanja nampaknya dipahami betul oleh Dinas Pariwisata Provinsi DKI Jakarta. Dalam setahun, lembaga ini bahkan membuat 2 kali event besar yang berhubungan dengan shopping, yakni Festival Jakarta Great Sale dan Festival Pekan Raya Jakarta. Keduanya, meski berbeda kemasan, sama-sama menawarkan sensasi yang hampir serupa. Festival Jakarta Great Sale, misalnya, berlangsung di seluruh Mal yang ada di Jakarta. Tahun lalu (2011) setidaknya ada 68 Mal yang berpartisipasi dengan transaksi mencapai triliunan rupiah dalam waktu 30 hari.

Demikian pula Festival Pekan Raya Jakarta. Event ini pada mulanya diadakan untuk merayakan hari jadi kota Jakarta dan biasanya dimeriahkan oleh ragam budaya orang Jakarta seperti kesenian (mulai dari musik orkes tanjidor, tari yapong, operet betawi dan sebagainya), juga kuliner seperti kerak telor, roti buaya serta makanan khas ibukota. Namun seiring dengan waktu, PRJ berkembang menjadi festival yang menampilkan semua industri yang ada mulai dari makanan, fashion, otomotif, gadget, kecantikan, kesehatan dan sebagainya, termasuk mengemasnya dengan hiburan yang lebih masa kini seperti live music dari artis-artis beken dan lain-lain.

Persamaan dari dua event besar tersebut adalah ditawarkannya berbagai macam hal dengan harga yang berbeda. Ini yang disebut dengan promosi. Misalnya, jika Anda membeli sebuah handphone di stand Global Teleshop yang ada di PRJ, maka Anda akan mendapatkan harga promo yang lebih murah dibandingkan dengan di tokonya langsung. Kalaupun harga sama, berbagai brand yang ada di PRJ tentu akan menawarkan keunggulan-keunggulan. Stand Coca Cola di PRJ 2011 lalu misalnya, mengadakan games seru dan pengunjungnya mendapat hadiah-hadiah menarik. Tak hanya dua stand tadi, hampir seluruh stand berlomba-lomba mempromosikan diri agar terjadi transaksi jual-beli yang bergairah.

Pada Festival Jakarta Great Sale (FJGS) sesuai namanya, berbagai merchant memberikan pesta diskon fenomenal mulai dari 10% - 90%! Yang berpartisipasi bukan hanya merk lokal namun juga internasional. Di Senayan City pada Festival Jakarta Great Sale tahun 2011, hampir semua brand yang ada “menurunkan” harga produk mereka. Tak hanya fashion, beauty atau produk lain, kuliner pun ikutan diskon. Seru, bukan?

Pesta diskon semacam ini diakui sangat bermanfaat di segala aspek mulai dari bergairahnya pasar, meningkatnya pendatang lokal maupun asing juga bertambahnya pendapatan propinsi. Masyarakat yang antusias juga menjadi tolok ukur kesuksesan wisata belanja dengan adanya promo-promo demikian, karenanya festival semacam ini menjadi sangat penting untuk diadakan.

Masyarakat sekarang sudah mulai cerdas. Mereka mencari waktu yang tepat untuk memperoleh berbagai barang yang mereka inginkan. Seperti yang diungkapkan Shanty, seorang Public Relation Executive perusahaan kosmetika rambut di Jakarta, yang begitu menantikan event sepeti PRJ maupun FJGS. Ia mengaku bisa lebih berhemat dengan diskon dan promo yang ditawarkan di dua acara tersebut.

Fakta mengejutkan justru datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta yang menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Jakarta menurun sejak Januari 2012. Penurunan itu diduga akibat sepinya event belanja dan kegiatan pariwisata di ibukota. Absennya kegiatan-kegiatan seperti itu menyebabkan susutnya jumlah kunjungan.

Selama Januari 2012, hanya 162.368 kunjungan ke Jakarta. Mereka masuk ke Jakarta melalui tiga pintu utama, yaitu Bandara Soekarno Hatta yang mencapai jumlah 156.654 kunjungan, dari Pelabuhan Tanjungpriok sebanyak 5.449 kunjungan dan dari Bandara Halim Perdanakusumah 265 kunjungan.

Jadi secara umum terjadi penurunan sebesar 3,56% dibandingkan Desember 2011. Saat itu jumlah kunjungan 68.363. Namun, jika dibandingkan dengan kunjungan wisman bulan yang sama tahun sebelumnya, kunjungan wisman sepanjang Januari 2012 justru lebih tinggi 11,84%.

"Kami berharap Pemprov DKI melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggelar banyak agenda tahunan yang menarik minat wisman datang ke ibukota. Sehingga jumlah kunjungan wisman semakin bertambah pada bulan-bulan berikutnya," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Dody Rudyanto, beberapa waktu lalu. (rani)

Related posts