BEI Yakin Target Transaksi Harian Tercapai - Diklaim Terjadi Pendalaman Pasar

NERACA

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimisme bila pencapaian pasar modal tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari kenaikan nilai transaksi pada minggu pertama awal tahun dalam sepuluh tahun kebelakang. Pasalnya, minggu pertama 2019 yang hanya tiga hari bursa tercatat nilai transaksi rata-rata mencapai Rp7,81 triliun.

Kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, nilai transaksi rata-rata minggu pertama 2019 yang merupakan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir ini, sebagai dampak dari mulai terjadinya pendalaman pasar.”Tahun–tahun sebelumnya, pasar kita tidak sedalam tahun ini, supply kita sudah banyak dengan 620 emiten dan demand kita sudah capai 830 ribu investor. Disamping itu juga adanya penyelesaian transaksi dua hari,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, minggu pertama awal tahun selalu terjadi penurunan transaksi karena banyak pelaku pasar masih menikmati libur akhir tahun. Sehingga nilai transaksi harian minggu pertama selalu lebih rendah dibandingkan transaksi harian tahunan.“Tahun 2018, nilai transaksi harian minggu pertama hanya Rp6,68 triliun tapi nilai transaksi harian sepanjang tahun 2018 mencapai Rp8,5 triliun. Nah, kalau minggu pertama 2019 saja sudah Rp7,81 triliun, maka target transaksi rata-rata harian 2019 sebesar Rp9 triliun dapat tercapai,”tegasnya.

Asal tahu saja, nilai transaksi minggu pertama 2018 sebesar Rp6,68 triliun, tahun 2017 Rp5,26 triliun, tahun 2016 sebesar Rp4,9 triliun, tahun 2014 sebesar Rp3,29 triliun, tahun 2013 sebesar Rp5,26 triliun, tahun 2012 sebesar Rp3,28 triliun, tahun 2011 sebesar Rp5,65 triliun, tahun 2010 sebesar Rp4,17 triliun dan tahun 2009 sebesar Rp3,04 triliun.

Sebelumnya Direktur Utama BEI, Inarno Djayadi pernah bilang, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian saham di 2019 mencapai Rp 9 triliun dengan total jumlah hari bursa sebanyak 244 hari. Target nilai transaksi itu didasarkan pada asumsi stabilitas ekonomi Indonesia di atas 5%."Target nilai transaksi ini didasarkan pada asumsi stabilitas ekonomi Indonesia di atas 5 persen, kemudian adanya proyeksi peningkatan jumlah partisipasi dan aktivitas transaksi investor di tahun depan," tuturnya.

Inarno Djayadi mengaku optimistis, BEI dapat mencapai target transaksi harian tersebut. Adapun rata nilai transasi harian 2019, kata dia, masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2019 BEI.Sementara itu, untuk asumsi makro ekonomi, Inarno mengungkapkan BEI masih sejalan dengan nota keuangan RAPBN 2019 dan belum mengalami perubahan sampai dengan penyampaian Buku RKAT BEI tahun 2019 kepada para pemegang saham.

Disampaikannya, asumsi indikator makro ekonomi 2019 BEI yang digunakan adalah pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tumbuh sebesar 5,2 - 5,4% dengan laju inflasi 3,5% 1%. Adapun nilai BI 7 day (reverse) repo rate berada pada kisaran 5 - 5,5%, sementara rata-rata suku bunga deposito 5,5 - 6,5% dan rata-rata rupiah sebesar Rp 14.400 per dollar AS.

BERITA TERKAIT

BEI Kembali Jangkau Masyarakat Sulteng

Dalam rangka menjangkau masyarakat lebih luas lagi, terutama yang terdampak bencana alam gempa bumi pada 29 September 2018 yang lalu,…

Fokus Kembangkan Layanan - Traveloka Bantah BEI Soal Rencana IPO

NERACA Jakarta – Kabar rencana Traveloka bakal go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) direspon positif pelaku pasar. Apalagi, saat…

Berikan Pengalaman Pasar Modal - IPB Gandeng BEI Bangun Mini Bursa

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan investor pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Realisasi Kontrak Baru ADHI Capai 8,57%

NERACA Jakarta – Per Maret 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) merealisasikan kontrak baru senilai Rp3 triliun atau 8,57%…

Laba Bersih Sari Roti Tumbuh 123,23%

Di kuartal pertama tahun ini, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 64,85 miliar atau…

Multi Bintang Bagi Dividen Rp 1,23 Triliun

NERACA Jakarta – Meski perolehan laba sepanjang tahun 2018 kemarin tertekan, emiten minuman beralkohol PT Multi Bintang Indonesia Tbk tetap…