Akuisisi Distributor Apple, TiPhone Bidik Laba Rp 200 Miliar - Kuras Dana Rp US$ 40 Juta

Neraca

Jakarta – Berencana mengakuisisi distributor Apple, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) menyakini bisa meraup laba bersih ditahun ini naik menjadi Rp 200 miliar, “Tahun ini target profit bottom line-nya di atas Rp200 miliar dibanding laba tahun kemarin Rp100 miliar,"kata Komisaris Utama TiPhone Hengky Setiawan di Jakarta akhir pekan lalu.

Selain menargetkan peningkatan laba, perusahaan juga menargetkan pendapatan naik menjadi Rp7,9 triliun tahun ini. Jumlah tersebut lebih tinggi dibanding pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,7 triliun.

Saat ini pertumbuhan pendapatan perseroan banyak didorong oleh rencana perusahaan untuk akuisisi perusahaan distributor merek apple. Asal tahu saja, perusahaan distribusi dan produksi handphone bermerek TiPhone akan mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam distributor merek Apple di Indonesia pada semester I-2012.

Kata Hengky, dana yang disiapkan untuk aksi korporasi ini sebesar US$ 10 juta-US$40 juta. Dimana sumber pendanaan ini masih berasal dari kas internal dan proses akuisisi tersebut sudah dalam tahap due diligence dan dipastikan prosesnya sudah mencapai 90%.

Dia menuturkan, dengan mengakuisisi distributor dengan merk yang mendunia tersebut serta memiliki pangsa nomor satu di dunia itu akan mampu mendongkrak target pendapatan perseroan. Selain itu, akuisisi ini dinilainya sebagai langkah awal untuk mengakuisisi perusahaan lain pada semester II-2012."Kita memang berencana juga akan akuisisi perusahaan distributor voucher pada semester II," ujarnya.

Lunasi Utang Rp 360 Miliar

Sebagai informasi,pendapatan perseroan pada tahun lalu sebesar Rp6,7 triliun dan tahun ini pendapatan perseroan ditargetkan sebesar Rp7,9 triliun. Disamping itu, perseroan mengaku sudah melunasi utangnya. Sehingga saat ini perusahaan tidak memiliki utang dengan pihak manapun.

Disampaikan Hengky, utang dengan DBS Bank sudah dibayar 100% dengan menggunakan dana dari IPO. Kala itu, perseroan berutang kepada DBS Bank sebesar Rp360 miliar dan utang tersebut akan jatuh tempo pada 23 Maret 2012 mendatang. Utang itu diperoleh Telesindo setahun sebelumnya yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja, “Utang perseroan kepada DBS Bank sudah dilunasi,”tandasnya.

Pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) akhir pekan kemarin, perseroan juga merombak susunan direksi. Perseroan menerima pengunduran diri Garuda Sugardo sebagai direktur utama dan Widya Purnama sebagai komisaris independen. Dalam surat pengunduran diri yang diberikan Garuda pada 24 Januari lalu, tertulis jika alasan kesibukan di berbagai bidang antara lain kegiatan sosial menjadi alasan dirinya mengundurkan diri sebagai dirut yang merangkap direktur tidak terafiliasi.

RUPSLB juga menyetujui untuk mengangkat Tan Lie Pin sebagai direktur utama, Andri Ryanto sebagai wakil direktur utama, Meijati Jawadjaja sebagai direktur (tidak terafiliasi), David Tirta Wijaya sebagai direktur. Serta yang menggantikan posisi Widya Purnama sebagai komisaris independen adalah Lukaman Hadikusumo.

Sebagaimana diketahui, perusahaan memang baru saja mencatakan nama di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 1,35 miliar lembar saham setara dengan 25,23% dengan perolehan dana Rp418,5 miliar. (bani)

Related posts