Potensi Investasi Capai Rp 130 Triliun - Kawasan Suramadu

NERACA

Jakarta – Pemerintah memperkiraka potensi nilai investasi pada 1.850 ha lahan yang akan dikembangkan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) mencapai Rp 130 triliun. Sementara total investasi dari pemerintah sendiri mencapai sekitar Rp25 triliun yang digunakan yang digunakan untuk infrastruktur serta sarana dan prasarana pendukung. “Investasi bisa gerak, kalau fasilitas infrastruktur jalan, pelabuhan, listrik dan air minum dipenuhi oleh Pemerintah,” kata Kepala BPWS Mohammad Irian di Jakarta,8/3

Pemerintah melalui APBN dalam waktu 15 tahun ke depan akan mengalokasikan dana untuk pemgembangan kawasan tersebut senilai Rp 5 triliun-Rp 6 triliun. Kawasan yang dikembangkan terletak pada tiga lokasi yaitu 250 ha pada Jembatan Suramadu sisi Surabaya, 600 ha pada Jembatan Suramadu Sisi Madura serta 1.000 ha pada bagian utara Madura.

Salah satu infrastruktur yang akan segera dibangun ialah Pelabuhan Bulu Pandan di utara Madura. Pelabuhan peti kemas ini nantinya akan menunjang operasional Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dinilai sudah overcapacity.

Menurut Irian, pelabuhan baru tersebut nantinya akan terkoneksi dengan jembatan Suramadu melalui pembangunan jalan tol sepanjang 30 kilometer. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN untuk masalah penyediaan listrik. Mulai tahun 2014 akan ada pengembangan yang cukup besar,” kata Kepala BPWS.

Untuk saat ini, lanjut Irian, daya listrik yang tersedia untuk kawasan tersebut baru sebesar 100 MW, sementara untuk ke depannya kebutuhannya akan mencapai 700 MW.

Dalam kesempatan tersebut Irian juga mengungkapkan, penerimaan dari tarif tol Jembatan Suramadu sepanjang tahun lalu sebesar Rp 160 miliar, di mana Rp 30 miliar di antaranya berasal dari kendaraan roda dua. Pendapatan dari sepeda motor sesuai kesepakatan akan diberikan kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. “Pendapatan itu akan diberikan ke provinsi (Jawa Timur), Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Masalah proporsi besaran dari masing-masing akan diatur oleh gubernur,” tuturnya.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya menyayangkan banyaknya potensi Surabaya yang belum dikembangkan dengan maksimal. Menurut Ketua Kadin Surabaya, Jamhadi setidaknya masih ada dua hal yang semestinya bisa digarap dengan lebih serius oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Dalam roadmap yang telah disetujui, di kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya ada lahan sekitar 600 hektar yang bisa dikembangkan. Lahan tersebut di antaranya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan area komersial seperti perkantoran, sentra industri kreatif, dan lainya. Di kaki Suramadu setidaknya dibutuhkan investasi Rp70 triliun untuk pembangunan fisik. "Nah ini Pemkot Surabaya harus segera menggandeng investor untuk pengelolaannya," ujarnya beberapa waktu lalu. **agus

Related posts