IHSG Sepekan Kemarin Tumbuh 0,17%

NERACA

Jakarta – Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepekan pada minggu ke-3 bulan Desember mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami peningkatan sebesar 0,71% ke level 6,169.84 dari 6,126.36 pada penutupan pekan sebelumnya. Seiring dengan peningkatan IHSG, nilai kapitalisasi bursa selama sepekan juga mengalami peningkatan sebesar 0,78% menjadi sebesar Rp6.992,75 triliun dari Rp6.938,39 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Untuk data rata-rata perdagangan harian, rata-rata nilai transaksi harian BEI selama sepekan mengalami koreksi yaitu sebesar 5,47% menjadi Rp9,46 triliun dari Rp10,01 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Kemudian rata-rata volume transaksi harian BEI mengalami peningkatan sebesar 3,24% menjadi 11,67 miliar unit saham dari 11,30 miliar unit saham dari pekan lalu dan untuk rata-rata frekuensi transaksi harian BEI mengalami penurunan sebesar 8,19% menjadi 400,79 ribu kali transaksi dari 436,57 ribu kali transaksi dari pekan lalu.

Kemudian investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,3 triliun di sepanjang pecan kemarin dan investor asing sepanjang tahun 2018 telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp48,65 triliun. Pada pekan kemarin, terdapat tiga pencatatan saham di BEI, yaitu pada Senin (10/12), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. (URBN) dan PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) secara resmi mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. URBN dan SOTS menjadi perusahaan tercatat ke-54 dan ke-55 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2018. Sedangkan pada Rabu (12/12) PT Mega Perintis Tbk. (ZONE) secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI. ZONE menjadi perusahaan tercatat ke-56 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2018.

Pada Kamis (13/12), obligasi berkelanjutan I Angkasa Pura II tahap I tahun 2018 diterbitkan olehPT Angkasa Pura II (Persero)mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal Rp750 miliar. Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 86 emisi dari 50 perusahaan tercatat senilai Rp102,24 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 376 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp416,85 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 114 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 99 seri dengan nilai nominal Rp2.371,35 triliun dan US$ 300 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,00 triliun.

BERITA TERKAIT

Volume Penjualan SMCB Tumbuh 4,08%

Di kuartal pertama 2019, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) mencatatkan pertumbuhan volume penjualan semen sebesar 4,08%. Dalam data perseroan…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal…

Investasi Pasca Pilpres Bisa Segera Tumbuh, Asal… NERACA Jakarta - Sejumlah pengamat meyakini pilpres 2019 sangat membawa pengaruh pada kondisi…

Konsumsi Pasar Global Meningkat - Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh

NERACA Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…