Bank Mayapada Batal Bagikan Dividen Interim - Likuiditas Seret

NERACA

Jakarta – Mempertimbangkan menjaga likuiditas keuangan, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) menggagalkan rencananya untuk membagikan dividen interim tahun buku 2018 sebesar Rp223,19 miliar kepada para pemegang saham MAYA. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Corporate Secretary Bank Mayapada, sebelumnya perseroan berencana akan membagikan dividen interim tepat pada Kamis (13/12). Namun, karena adanya pertimbangan internal, baik direksi maupun komisaris Bank Mayapada akhirnya membatalkan rencana tersebut.”Bank Mayapada membatalkan pelaksanaan pembagian dividen dengan mempertimbangkan perlunya mengutamakan aspek penguatan struktur permodalan untuk mendukung ekspansi usaha pada periode usaha mendatang,” ujarnya.

Bank Mayapada menambahkan, pembatalan pembagian dividen tersebut akan berdampak pada kestabilan dan peningkatan permodalan Bank Mayapada di masa mendatang, serta keberlangsungan operasional yang lebih berkelanjutan. Selain itu juga memberikan manfaat dari hasil usaha perseroan yang lebih maksimal, khususnya bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan secara umum.

Di kuartal tiga 2018, perseroan membukukan laba bersih senilai Rp 757,06 miliar. Jumlah ini turun 7,38% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal III-2017 senilai Rp 817,41 miliar. Padahal, perseroan mencatat kenaikan pendapatan bunga sebesar 12,8% menjadi Rp 5,81 triliun di sepanjang kuartal III-2018. Pendapatan tertinggi beraal dari total pinjaman yang diberikan bank Mayapada senilai Rp 5,31 triliun atau tumbuh 11,45% pada kuartal III tahun ini. Sedangkan pada periode yang sama 2017 tercatat total pinjaman senilai Rp 4,76 triliun.

Tergerusnya laba perseroan didorong oleh total beban operasional perusahaan yang melonjak 53,66% dari sebelumnya Rp 967,53 miliar menjadi Rp 1,48 triliun pada kuartal III tahun ini. Sedangkan beban bunga pada periode Januari-September 2018 tercatat meningkat 10,69% secara year on year (YoY) menjadi Rp 3,61 triliun.

Liabilitas perseroan meningkat 10,47% menjadi Rp 73,13 triliun dibandingkan dengan liabilitas pada akhir 2017 senilai Rp 66,2 triliun. Sedangkan ekuitas MAYA tumbuh 17,3% pada periode yang sama menjadi Rp 10,02 triliun. Sementara itu, aset perseroan di hingga kuartal III tahun ini naik 11,25% menjadi Rp 83,15 triliun dibandingkan dengan aset MAYA di akahir 2017 senilai Rp 74,74 triliun.

BERITA TERKAIT

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Tiga Bank BUMN Syariah jadi Mitra Pertamina

NERACA Jakarta - PT Pertamina (Persero) menggandeng tiga bank Syariah anak BUMN sebagai mitra dalam pembayaran gaji dan sejumlah pembayaran…

Bakal Diakuisi Bank Korea - Crossing Bank Agris Capai Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta – Santernya rencana PT Bank Agris Tbk (AGRIS) bakal diakuisisi perusahan perbankan asal Korea, mendorong terjadinya terjadinya aksi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…