IICD Rilis Top 50 Emiten Big Cap dan Mid Cap - Apresiasi Pelaksanaan GCG Terbaik

NERACA

Jakarta - Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) tahun ini kembali mengadakan CG Conference & Award yang ke 10, dengan tema “Bringing about Changes: Opportunities and Challenges for Directors pada Senin, 10 Desember 2018. Acara ini juga sekaligus memperingati pengabdian IICD yang selama 18 tahun telah berkiprah dalam melakukan internalisasi good corporate governance di Indonesia, baik melalui kegiatan training, riset, konsultasi dan seminar CG di dalam dan luar negeri. “Ini semangat dan tanggung jawab kami untuk membantu pemerintah, mendorong perusahaan-perusahaan untuk melakukan praktik tata kelola yang baik," kata Sigit Pramono, Chairman IICD di Jakarta, kemarin.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan dalam sambutannya menyampaikan harapan pentingnya pondasi CG untuk semakin ditegakkan. “Sama dengan membangun CG yang baik, maka membangun competitiveness di ekonomi Indonesia dibutuhkan policy konsisten selama berpuluh tahun. Ini lah yang terus dibangun setahap demi setahap untuk perekonomian Indonesia akan semakin dan terus kuat," ujarnya.

IICD melakukan penilaian terhadap 200 emiten dengan market kapitalisasi terbesar yang terdaftar di BEI, dimana emiten-emiten tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 100 emiten dengan market kapitalisasi terbesar (big cap) dan 100 emiten dengan market kapitalisasi menengah (mid cap), yang didukung oleh 10 asesor dan 4 reviewer. Instrumen yang dipergunakan untuk menilai 200 emiten tersebut adalah CG Scorecard dari OECD Principle yang meliputi: hak-hak pemegang saham, perlakuan yang setara terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi serta tanggungjawab dewan.

Dalam penilaian, IICD mempertimbangan juga kasus korupsi yang melibatkan emiten. Ke depannya, IICD akan mempertimbangkan memasukan komponen anti korupsi dan kinerja keuangan sebagai faktor penentu dalam penilaian kinerja CG emiten. Dalam acara ini, IICD mengumumkan Top 50 emiten big cap dan mid cap dengan praktek CG Terbaik tahun 2017, diantara top 50 tersebut terdapat 24 emiten big cap serta 23 emiten mid cap terbaik yang akan menerima award.

Direktur Utama BTN, Maryono yang menerima penghargaan Best Overall untuk kategori perusahaan berkapitalisasi besar dari IICD mengatakan, penghargaan ini membuktikan perseroan terus berupaya melakukan transparansi pada setiap aktivitasnya.”Saya sangat berterima kasih terhadap penghargaan yang diberikan dari lembaga independen ini. Ini akan memacu Bank BTN untuk terus bekerja keras dan menjadi perusahaan terbuka yang paling transparan,” ujarnya.

Kata Direktur Eksekutif IICD, Vita Diani Satiadhi, tema perhelatan tahun ini adalah Bringing about Changes: Opportunities and Challenges for Directors.“Acara ini juga sekaligus memperingati pengabdian IICD yang selama 18 tahun telah berkiprah dalam melakukan internalisasi Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia, baik melalui kegiatan pelatihan, riset, konsultasi dan seminar CG di dalam dan luar negeri,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’

Pujian dan Kritik Untuk Film ‘After’ NERACA Jakarta - Kalau ada film yang dinantikan dan sekaligus dikritik adalah ‘After’ yang…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Bersih Siantar Top Naik 17,95%

NERACA Jakarta – Di tahun 2018 kemarin, PT Siantar Top Tbk (STTP) berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 17,95% secara…

LMPI Targetkan Penjualan Rp 523,89 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) masih mencatatkan rugi sebesar Rp 46,39…

Bumi Teknokultura Raup Untung Rp 76 Miliar

PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) membukukan laba bersih Rp76 miliar pada 2018, setelah membukukan rugi bersih sebesar Rp31,48 miliar…