Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

Nilai Ekonomi Pertanian Lebak Tembus Rp1,2 Triliun

NERACA

Lebak - Perguliran nilai ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menembus Rp1,2 triliun sehingga menyumbangkan pendapatan domestik regional bruto (PDRB) cukup besar hingga mencapai 38,16 persen.

"Kami mengapresiasi pertanian masih menjadikan andalan ekonomi masyarakat di daerah ini," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Banten, Minggu (9/12).

Pemerintah hingga kini terus mengoptimalkan intervensi kebijakan untuk membantu kelompok-kelompok tani berupa sarana produksi, seperti benih, pupuk, pestisida juga perbaikan sarana irigasi. Selain itu juga bantuan alat pertanian, di antaranya penyaluran pompanisasi, traktor hingga pabrik penggilingan. Penyaluran bantuan tersebut agar produksi pertanian meningkat dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selama ini sektor pertanian memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian PDRB juga menyumbangkan nilai perguliran ekonomi menembus Rp1,2 triliun. Sedangkan, jumlah petani yang tercatat mencapai 95.000 orang dan dipastikan tingkat kesejahteraan mereka cukup baik. Mereka petani mengembangkan pertanian padi sawah, padi gogo, jagung, ubi jalar, ubi kayu, dan kacang kedelai."Usaha sektor pertanian itu di seluruh 28 kecamatan," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, selama ini sektor pertanian Kabupaten Lebak secara berturut-turut sejak empat tahun terakhir sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten. Keberhasilan lumbung pangan itu, tentu tidak lepas kebijakan pemerintah dengan menyalurkan bantuan."Kami optimistis keberhasilan sektor pertanian itu dapat meningkatkan kesejahteraan petani," kata dia.

Ia mengatakan saat ini Kabupaten Lebak menjadikan sentra lumbung pangan di Provinsi Banten dengan surplus 17 bulan ke depan. Panen padi di Kabupaten Lebak dengan produktivitas di atas nasional 5,6 ton gabah kering pungut per hektare. Bahkan Lebak mampu memasok beras ke berbagai daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lampung."Kami terus melakukan intervensi bantuan pemerintah daerah guna mendongkrak usaha lumbung pangan," ujar dia. Ant

BERITA TERKAIT

Disnaker Lebak Buka Peluang Transmigrasi ke Aceh

Disnaker Lebak Buka Peluang Transmigrasi ke Aceh NERACA Lebak - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak membuka peluang kepada masyarakat…

Digital Ekonomi di Bawah Jokowi

  Oleh: Nailul Huda Peneliti INDEF Usai sudah kita menggelar pesta demokrasi terbesar di dunia pada 17 April lalu. Pemilu…

Kantungi Izin Rights Issue - Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru

Jabar Resmi Miliki Tiga Perda Baru NERACA Bandung - Provinsi Jawa Barat (Jabar) lewat agenda persetujuan bersama DPRD dan Pemprov…

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi - Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair

Tingkat Pengangguran di Kota Sukabumi Masih Tinggi Disnakertrans Kota Sukabumi Gelar Job Fair NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi…

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa

Gubernur Banten Evaluasi Pokja Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa NERACA Serang - Gubernur Banten Wahidin Halim akan mengevaluasi pokja…