Astra Pede Laba Bakal Melesat Tajam - Penjualan Mobil Melambat

NERACA

Jakarta – Meskipun penjualan mobil Astra di kuartal tiga 2018 turun 4% menjadi 424.000 unit karena meningkatnya kompetisi, sehingga pangsa pasar menurun dari 55% menjadi 50%. Hal tersebut tidak membuat PT Astra Internasional Tbk (ASII) memangkas target bisnis. Perseroan optimistis di kuartal IV-2018 akan positif. Perseroan mengklaim laba berpotensi melebihi laba perusahaan di tahun 2017. “Sampai akhir tahun optimis lah, bisa melebihi yang tahun lalu, harusnya tahun ini lebih baik dari laba tahun lalu sebesar Rp 18 triliun," kata Boy Kelana Soebroto, General Manager Head of Corporate Communication Division ASII di Jakarta, kemarin.

Meski tantangan masih dihadapi oleh beberapa sektor dari astra seperti sektor CPO, namun sektor lainnya bisa mendukung kenaikan kinerja ASII hingga akhir tahun mendatang. Selain itu, meski segmen kendaraan beroda empat melambat, namun Boy mengatakan pertumbuhan positif dari kinerja kendaraan beroda dua bisa berdampak positif bagi ASII.

Menurutnya, dengan saat ini ASII yang tidak terlalu tergantung pada sektor otomotif membuat diversifikasi ASIII menjadi lebih baik. Saat ini, otomotif hanya berkontribusi sebesar 46% dari total kinerja ASII saat ini. Meski demikian perusahaan ini masih enggan mengungkapkan target pendapatan maupun laba perusahaan di tahun 2019 mendatang. Boy mengatakan soal proyeksi kinerja perusahaan, ASII akan mengungkapkannya usai rampungnya laporan keuangan perusahaan tahun 2018 selesai.

Soal belanja modal, Boy juga belum mau buka-bukaan soal apa yang akan dilakukan ASII tahun depan. Tahun ini, perusahaan telah mengeluarkan belanja modal yang cukup besar dengan akuisisi sebagian saham Go-Jek dan juga pembelian tambang Martabe. Di kuartal tiga 2018, Astra International membukukan laba bersih Rp17,1 triliun meningkat 21% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp14,2 triliun.

Presiden Direktur Astra Internasional, Prijono Sugiarto pernah bilang, perolehan laba bersih grup selama priode sembilan bulan 2018 itu meningkat disebabkan penambahan kontribusi dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, segmen jasa keuangan dan segmen otomotif yang melebihi dari penurunan kontribusi segmen agribisnis. “Kami berharap grup akan mencapai kinerja tahunan yang baik, meskipun persaingan yang sengit di pasar mobil serta pelemahan harga minyak kelapa sawit masih tetap diwaspadai,”ujarnya.

Sentimen pelemahan nilai tukar rupiah, diakui Prijono, menekan marjin terhadap bisnis manufaktur grup. Dimana dampak itu diimbangi oleh bisnis-bisnis berbasis komoditas grup, aktivitas ekspor serta meningkatkan keuntungan selisih kurs. Pada periode itu, dia juga memaparkan, pendapatan perseroan meningkat 16% menjadi Rp174,9 triliun dengan pertumbuhan pendapatan pada hampir semua segmen, terutama dari segmen bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

BERITA TERKAIT

Ex-Officio Disebut Bakal Gerus Investasi di Batam

  NERACA   Jakarta - Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF), Ahmad Heri Firdaus menegaskan wacana pemerintah…

Dongkrak Penjualan - Passpod Gandeng Tokopedia dan LOKET

NERACA Jakarta - Perluas penetrasi pasar untuk mengerek pertumbuhan penjualan, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) atau lebih dikenal Passpod…

Siap-Siap Smartphone Generasi 5G Bakal Bermunculan di Tahun 2019

Pembuat chip asal Amerika, Qualcomm, mengumumkan bahwa lebih dari 30 perangkat 5G, yang sebagian besar adalah smartphone, akan meluncur pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Harga Saham Melorot Tajam - Saham Cottonindo Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - Perdagangan saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami…

Kuras Kocek Rp 460,38 Miliar - TBIG Realisasikan Buyback 96,21 Juta Saham

NERACA Jakarta - Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) telah membeli kembali atau buyback saham dari…

KINO Akuisisi Kino Food Rp 74,88 Miliar

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan menjadi pemegang saham pengendali PT Kino Food Indonesia. Rencana itu tertuang dalam perjanjian Jual…