Bhineka Life dan OJK Gelar Literasi Keuangan untuk Guru

NERACA

Bandung - PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 2 Jawa Barat memberikan literasi perencanaan keuangan bagi lebih dari 50 orang guru mata pelajaran ekonomi tingkat sekolah menengah atas, di SMA Negeri 10 Kota Bandung, Kamis (15/11).

Kegiatan literasi tersebut melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi (MGMPE) Tingkat SLTA Provinsi Jawa Barat dan bagian dsri Perayaan Insurance Day 2018 yang dipusatkan di Kota Bandung, akhir pekan mendatang. "Kegiatan literasi ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keuangan," kata Direktur SDM dan Umum Bhinneka Life, Rully Safari.

Ia mengatakan kegiatan literasi bagi guru SLTA juga sebagaia bentuk kepedulian sosial Bhinneka Life untuk mendukung program OJK dalam meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat Indonesia. "Kami juga menyerahkan sumbangan Buku Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan kepada SMA Negeri 10 Bandung dan kepada seluruh peserta literasi," kata dia.

Menurut dia sosok guru mempunyai peran penting sebagai pendidik generasi masa depan, sehingga mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi merupakan langkah strategis dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi perencanaan keuangan. "Para guru diharapkan dapat menyebarluaskan materi literasi kepada para peserta didiknya, sehingga sejak dini mereka memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana," katanya.

Dia menuturkan literasi perencanaan keuangan sangat penting untuk masyarakat dan berdasarkan data, pemahaman tersebut masih sangat minim. "Jadi yang kita harapkan bahwa pendidikan literasi keuangan ini akan berkelanjutan, kalau guru-guru kita yang kita sasar duluan mereka bisa membagi ilmunya kepda murid-muridnya jadi pengetahuan ini berkelanjutan terus menerus, jadi seharusnya ilmu perencanaan keuangan itu pendidikannya dimulai dari masa belia," kata dia.

Menurut dia, dengan pengenalan literasi perencanaan keuangan pada siswa SMA, diharapkan siswa SMA yang telah lulus pendidikannya akan siap menghadapi dunia keuangan di perguruan tinggi dan saat bekerja nanti. "Hubungan dengan keuangannya sangat erat, sehingga penting sekali untuk mereka mengerti melakukan perencanaan, mulai mengelola, menabung, itu mulai dari sekarang," kata dia.

Pihaknya mengaku telah melakukan penyuluhan literasi perencanaan keuangan tidak hanya dilingkungan pendidikan, tapi juga telah melakukan pada organisasi dan badan yang berkaitan dengan keuangan. "Kita melakukan literasi bukan hanya kepada guru, kita juga melakukan literasi kepada badan usaha milik desa, yang lainnya juga kita lakukan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor Regional 2 Jawa Barat OJK Riwin Mirhadi mengatakan, angka literasi keuangan masyarakat Indonesia masih sangat kecil. Dia mencontohkan, masyarakat yang mempunyai rekening baru 67 persen dari total populasi namun sayangnya dari jumlah itu, tidak semua paham atas rekening itu. Edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan keuangan, kata dia, penting dilakukan agar masyarakat bisa melakukan pengelolaan keuangan untuk masa depan.

"Ternyata, tidak ada belajaran bagaimana mengelola uang. Yang kita tahu bagaimana membelanjakan uang itu," kata Riwin. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 persen. Angka itu turun dari survei tahun 2013 yang berada pada angka 17,84 persen dan rendahnya tingkat literasi ini berdampak kepada masih banyaknya penduduk Indonesia yang tidak terlindungi asuransi.

BERITA TERKAIT

PPRO Gelar Syukuran Bersama 1000 Anak Yatim

Bekasi, Memperingati hari jadinya yang ke 5 tahun, PT PP Properti Tbk. (PPRO) menggelar syukuran bersama 1000 anak yatim dari…

Diversifikasi Pasar Ekspor untuk RI yang Sejahtera

  Oleh: Nurul Karuniawati, Peneliti Universitas Udayana               Setiap peluang perdagangan akan menentukan pertumbuhan ekonomi sebuah bangsa. Karena itu,…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Asosiasi Dukung Penindakan Fintech Ilegal

      NERACA   Jakarta - Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) mendukung penindakan hukum terhadap aksi perusahaan teknologi finansial (tekfin)…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Adira Insurance Berikan Penghargaan 23 Kota - Sistem Tata Kelola Keselamatan Jalan

      NERACA   Jakarta - Asuransi Adira menyelenggarakan Indonesia Road Safety Award (IRSA) sebagai upaya untuk menyadarkan pentingnya…