Menjaring Wisatawan Hingga ke Mancanegara

Berbagai obyek wisata di Nusa Tenggara Timur sebagai pulau terindah di dunia menurut majalah Focus dari Jerman dengan branding pasola, parade 1001 kuda berhias, diminati banyak pengunjung pameran pariwisata di London.

Banyak obyek wisata dari NTT yang sudah dikenal di dunia seperti tempat selancar Nemberala Rote yang dikunjungi banyak wisatawan internasional, diving di Alor, penangkapan ikan paus secara tradisional di Lembata, gunung api Batutara yang meletus setiap 20 menit, ujar Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Marius Ardu Jelamu di London, Kamis.

Dikatakannya meskipun sudah dikenal di dunia, NTT terus berpromosi terutama di pameran pariwisata World Travel Market (WTM) London yang terbesar kedua di dunia yang berlangsung pada 5-7 November.

Pariwisata Tanah Air khususnya NTT yang mungkin tidak terlalu diperhatikan banyak wisatawan menyimpan begitu banyak keajaiban termasuk destinasi wisata yang eksotik di Pulau Timor serta bukit berwarna Khalebamadja di Sabu Raijua, apalagi tarnsportasi ke NTT sudah tidak mengalami hambatan sama sekali.

Menurut Marius Jelamu, beragam lokasi eksotis dapat ditemukan di Kupang sebagai ibu kota NTT meskipun sejumlah obyek wisata belum mendapat pengelolaan yang baik dan belum begitu banyak terjamah. Padahal di Kupang terdapat gua kristal, peninggalan sejarah jaman Belanda dan Jepang, Air terjun Oenesu, beragam kain tenun dengan motif yang beragam.

Marius Jelamu mengakui Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur memang baru pertama kali mengikuti promosi di WTM London.

Namun selama ini gencar melakukan promosi baik melalui medsos, TV2 Nasional yang terkoneksi dengan TV internasional, radio lokal dan nasional yang terkoneksi dengan dunia internasional, dan pers cetak.

Selain itu dengan menghidupkan wisata di daerah perbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia. "Kami berusaha memperkenalkan NTT ke dunia luar dengan berbagai cara," ujarnya.

Upaya promosi pariwisata yang cukup efektif dan mudah dilakukan menggunakan gawai yang terhubung dengan berbagai jejaring media sosial seperti facebook, instagram, twitter, blog, dan lainnya.

Marius menjelaskan, data pihak Telkomsel setempat menunjukkan jumlah pengguna data di provinsi berbasiskan kepulauan itu hingga kini sudah mencapai sekitar 1,5 juta pelanggan. "Artinya jika setengah saja dari pengguna data ini aktif mempromosikan setiap destinasi wisata baru yang dikunjungi di daerahnya maka dampak penyebarluasan informasinya cukup besar," katanya.

Marius mencontohkan, destinasi wisata Tuamese di Kabupaten Timor Tengah Utara, Pulau Timor, yang akhir-akhir ini mulai populer karena promosi yang digencarkan melaui jejaring sosial.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Victor B. Laiskodat ingin menjadikan Kupang yang adalah ibu kota NTT baromoter pembanguna NTT. Kupang harus bersih, teratur dan ramah bagi wisatawan. Pariwisata dijadikan prime mover atau penggerak utama dalam memajukan ekonomi NTT ke depan.

Sementara itu pelaku bisnis dari NTT , Oyan Kristian dari PT Flores Komodo Tours mengakui banyak destinasi wisata yang ingin dikunjungi wisatawan karena memiliki keunikan dan kekhasannya masing-masing dan banyak biro perjalanan wisata di UK siap untuk mengirimkan tamu ke destinasi NTT. "Mereka juga berharap kita dapat memberikan hospitality yang bagus dengan fasilitas dan akomodasi yang baik dan nyaman untuk tamu," demikian Oyan Kristian.

Obyek wisata di NTT santara lain Taman Nasional Pulau Komodo, Kampung Adat Waerebo, Bena, 17 pulau di Riung, danau tiga warna Kelimutu, dan Samana Sancta, Sumba.(ZG)

Sementara Paviliun Indonesia di "The 1st China International Import Expo" (CIIE) di Shanghai, China, pada 5-10 November 2018 menyediakan konter kopi gratis untuk menarik pembeli dan pengunjung. "Kita sengaja menyediakan kopi untuk menarik pengunjung agar mengetahui potensi kopi Indonesia dan memang diminati," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda kepada pers di Shanghai, Rabu.

Dikatakan, kopi merupakan minuman yang sangat digemari masyarakat China dan Indonesia mencoba untuk terus mempromosikan komoditas pertanian itu.

Konter kopi di Paviliun Indonesia terlihat tak pernah berhenti antrean panjang pengunjung yang ingin menikmati kopi.

Selain mempromosikan kopi, Paviliun Indonesia juga menampilkan sejumlah tarian daerah selama pameran berlangsung, dua kali dalam sehari.

Arlinda mengatakan adanya CIIE ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan berbagai potensi produk dan jasa, tidak hanya kepada pengusaha China tapi juga negara lain. "Keinginan China impor terlihat dengan Paviliun Indonesia tidak dibiayai dengan anggaran pemerintah Indonesia, tapi oleh Pemerintah China," katanya.

Indonesia akan berpartisipasi dengan menghadirkan dua Paviliun Indonesia, masing-masing di arena paviliun negara (Country Pavillion) seluas 256 meter persegi dan di arena pameran pelaku usaha dan bisnis (Enterprise and Business Exhibition) seluas 290 meter persegi.

Kehadiran Paviliun Indonesia berdampingan dengan Paviliun China di arena Country Pavillion adalah sebagai Guest Country of Honor yang diinisiasi oleh Pemerintah China. "Menjadi Guest Country of Honor merupakan kesempatan berharga untuk Indonesia karena berarti Indonesia dinilai telah siap sebagai mitra global China untuk memenuhi permintaan impor China," kata Arlinda.

Di Paviliun Indonesia juga dipromosikan sejumlah produk seperti CPO dan produk turunannya, potensi investasi, serta potensi 10 destinasi wisata unggulan Indonesia.

Sepuluh destinasi unggulan adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

Sedangkan pada arena pameran swasta, Paviliun Indonesia menempati zona makanan dan produk pertanian diisi oleh 32 perusahaan dan tiga asosiasi dengan produk-produk yang ditampilkan antara lain yaitu produk makanan dan minuman, produk kesehatan, sarang burung walet, serta minyak sawit dan turunannya.

Adapun konsep desain Paviliun Indonesia akan bersinergi dan merupakan satu rangkaian dengan kegiatan World Expo 2020 Dubai. (ant)

BERITA TERKAIT

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi

Dinas: 2019 Tol Bocimi Beroperasi Hingga Sukabumi NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memperkirakan pada 2019 Jalan…

Hingga Akhir Tahun 2018, Udang Masih Jadi Primadona Ekspor Sektor Perikanan

  NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat hingga akhir tahun ekspor hasil perikanan jelang akhir tahun 2018…

Tambah Menara Hingga 500 - GOLD Berencana Menggelar Right Issue

NERACA Jakarta – Tambah menara telekomunikasi menjadi 500 tower, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) tengah menghimpun dana di pasar.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Industri Sawit Bertahan

Industri kelapa sawit di Indonesia sudah sejak lama menarik reaksi negatif di dalam negeri karena dianggap merusak lingkungan. Hilangnya habitat…

Tak Kenal Lelah Melawan Kampanye Hitam

Entah sampai kapan kampanye hitam yang dilontarkan sejumlah negara barat terhadap minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia dilontarkan akan berakhir,…

Mencari Pasar Ekspor Baru Produk Sawit

Sepanjang Oktober 2018, volume ekspor minyak sawit Indonesia menunjukkan peningkatan yang menggembirakan, antara lain melalui lonjakan permintaan dari China. Ekspor…