Ambisi NFC Raup Pundi Keuntungan Bisnis Digital - Dirikan Perusahaan Baru

NERACA

Jakarta – Geliat pertumbuhan ekonomi digital saat ini, menjadi berkah dan peluang bagi PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) untuk meraup cuan lebih besar lagi dengan terus mendirikan divisi bisnis baru hingga mendirikan anak perusahaan baru. Teranyar, perseroan mendirikan anak usaha baru, PT Kuwais Berkah Indonesia (KBI) dan perusahaan ini didirikan 9 November 2018.

Abraham Theofilus, Direktur Utama NFCX dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan bahwa perusahaan memiliki 48% saham di KBI. Transaksi ini merupakan tranaksi terafiliasi pada pengurus.”Perusahaan memiliki kepemilikan saham sebesar 48% ada PT Kuwais Berkah Indonesia dengan nilai transaksi sebesar Rp 4,8 miliar,"ujarnya.

Menurutnya tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan dan kelangsungan usaha. Transaksi ini justru menunjang kegiatan utama perusahaan. Tapi, NFCX tidak menyebut bidang usaha Kuwais Berkah Indonesia ini. Sebagai info, di kuartal tiga 2018, perseroan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp14,42 miliar. Capaian tersebut melonjak 18.009,1% dibandingkan laba bersih yang dibukukan perseroan pada periode sama tahun lalu sekitar Rp79,27 juta.

Secara keseluruhan, penjualan perseroan tumbuh meroket 1.502,71% secara year-on-year (yoy) dari Rp44,08 miliar menjadi Rp706,61 miliar. Secara kuartalan, pendapatan kuartal III/2018 sebesar Rp441,4 miliar atau 62,5% dari total pendapatan Januari—September 2018, sedangkan laba operasional dan laba bersih sebesar Rp4,2 miliar dan Rp11,9 miliar telah mewakili masing-masing sebesar 59,6% dan 82,4%.

Head of Investor Relations NFC Indonesia, Stanley Chandra pernah mengatakan, kenaikan pendapatan dan laba bersih perseroan yang berkali lipat tersebut didukung oleh pertumbuhan bisnis-bisnis perseroan yang masif.”Bisnis platform Mobile TV streaming kami, Oona, diluncurkan dengan 206.000 pengguna pada Juli 2018 dan mencapai 1,4 juta per 22 Oktober 2018. Pada bisnis bursa pulsa digital, jumlah pelanggan perseroan melonjak menjadi 1.800 pelanggan pada September 2018 dari hanya 918 pelanggan pada Juni 2018,”ujarnya.

Perseroan juga berinvestasi di PT Digital Marketing Solutions (DMS) yang mengelola 3.763 titik iklan, pada akhir Juli 2018. Entitas anak tersebut mecatatkan pendapatan dan laba kotor sebesar Rp32,0 milliar dan Rp3,2 milliar untuk periode Agustus 2018 sampai September 2018. Sementara itu, segmen bisnis digital cloud advertising menyumbangkan pendapatan dan laba kotor masing-masing sebesar Rp13,6 miliar dan Rp8,4 miliar untuk penjualan konsolidasi dan laba kotor hingga September 2018.

Ke depannya, DMS berencana untuk memperluas touch points ke wilayah Indonesia Timur melalui kemitraan dengan salah satu pemain jaringan ritel makanan dan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terbesar, dari saat ini 24 kota menjadi 26 kota di seluruh Indonesia.

BERITA TERKAIT

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir

Tantangan Baru Mitsubishi dalam 2 Tahun Terakhir NERACA Jakarta -  Chairman of Mitsubishi Motors Corporation, Osamu Masuko mengatakan saat ini,…

Hartadinata Akuisisi Perusahaan E-Commerce

Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) pada tanggal 15 Juli 2019 menandatangani akta perjanjian penyertaan modal yang pada…

Survei BI : Pertumbuhan Kredit Baru Capai 78,3%

    NERACA   Jakarta - Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan II-2019…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sesuaikan Hasil Kajian RBB - Bank BTN Optimis Bisnis Tetap Tumbuh

Tahun 2019, menjadi tahun yang penuh tantangan karena pertumbuhan ekonomi dunia dan  domestik diperkirakan melambat akibat berkepanjangannya perang dagang antara…

Berikan Pendampingan Analis Investasi - CSA Research Gandeng Kerjasama Modalsaham

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal, khususnya generasi milenial dan juga mendukung inovasi sektor keuangan digital, Certified Security…

Sentimen BI Rate Jadi Katalis Positif Sektor Properti

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate  sebesar 0,25% menjadi 5,75% mendapatkan…