Tidak Ada Alasan Harga Beras Naik, Stok Cukup - SATGAS PANGAN POLRI KEJAR PELAKU PENGUBAH SPESIFIKASI BERAS

Jakarta-Kementerian Pertanian mengklaim kenaikan hargaberas kualitas medium merupakan anomali, karena stok beras di gudang milik Bulog maupun di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dianggap cukup saat ini. Sementara itu, Tim Satgas Pangan Polri terus mengejar pelaku yang mengubah spesifikasi beras dari medium ke premium.

NERACA

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, tidak ada alasan bagi penjual untuk mengerek harga beras kualitas medium layaknya beras premium. Dia mengatakan, stok beras di PIBC saat ini sebanyak 50 ribu ton dan Bulog sebanyak 2,7 juta ton. "Stok 50 ribu ton itu lebih dari cukup, biasanya standarnya 20 ribu ton. Jadi ya tidak ada alasan harga naik," ujarnya di Jakarta, Kamis (8/11).

Menurut Amran, harga beras kualitas medium masih sekitar Rp8.500 per kg. Selanjutnya, masa panen pada Januari 2019 mendatang juga akan menambah stok beras. Menurut dia, tim satgas pangan akan turun tangan mengatasi anomali harga beras tersebut. "Ada anomali ini kita serahkan ke satgas pangan. Kita imbau supaya jangan mengubah. Karena ada sampel kami ambil di bawa ke lab dikatakan premium tetapi sesungguhnya medium," ujarnya.

Amran mengatakan, anomali tersebut tidak perlu dikhawatirkan mengingat stok beras masih melimpah. "Kami ingin yakinkan publik, pangan aman. Jangan digoreng kesana kemari manti ada anomali hari ini. Kita yakin kenapa? Karena supply cukup bahkan dua kali lipat dari standard lalu stok Bulog juga cukup," ujarnya.

Dia menjelaskan, anomali tersebut terjadi sebab stok beras medium oleh pedagang dinaikkan menjadi jenis premium. Namun, dia berharap kondisi ini akan membaik sebab musim panen sudah di depan mata. "Kita panen lagi satu bulan lagi," ujarnya.

Di tempat yang sama, Dirut Food Station Arief Prasetyo Adi membenarkan adanya fenomena aneh tersebut. Kenaikan terjadi dari harga Rp 8.750 menjadi Rp 9.150 per Kg. "PIBC stoknya 50.000 ton, kemarin 51.000 ton. Artinya lebih tinggi dari sebelumnya. Memang ada fenomena harga beras medium yang agak bergerak naik. Kita mengajukan operasi pasar kepada Pak Budi, Pak Amran dan Mendag," ujarnya.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan masalah produksi. Melainkan beras medium yang cenderung dijadikan beras premium. "Tapi dalam kondisi saat ini memang produksi dari pertanian kita beras cukup dan pasokannya juga normal. Tapi memang beras medium ini cenderung di up ke premium," ujarnya.

Sebelumnya, Arief mengakui harga beras medium di PIBC sempat menyentuh Rp9.200 per kg. Padahal, normalnya hanya Rp8.600-Rp8.700 per kg. Surat pengajuan untuk guyuran beras medium pun sudah tersampaikan ke Bulog dan prosesnya sudah sampai di Kementerian Perdagangan.

Sementara itu, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) per Oktober 2018 harga beras grosir naik 0,22% dan beras eceran naik 0,24%. Ini sejalan dengan kenaikan harga gabah kering panen (GKP) sebesar 0,98% dan harga gabah kering giling (GKG) naik 1,26%.

"Realisasi KPSH sampai dengan tanggal 6 November 2018 sebesar 402.628 ton, dengan rata-rata realisasi antara 3.000 3.500 ton per hari, dan mengalami trend kenaikan sejak bulan Oktober 2018. Di Jakarta, realisasi KPSH sebesar 46.321 ton," tutupnya.

Seperti diketahui harga eceran tertinggai (HET) beras medium di wilayah mengacu pada Permendag nomor 57/M-Dag/Per/8/2017, yaitu Wilayah I: Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, NTB, Sulawesi, dan Bali harga af gudang curah Rp. 8.100,-/Kg dengan HET Rp. 9.450,-/Kg, Wilayah II: Sumatera kecuali Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, dan Kalimantan, harga af gudang curah Rp. 8.600,-/Kg dengan HET Rp. 9.950,-/Kg, dan Wilayah III: Maluku dan Papua, harga af gudang curah Rp. 8.900,-/Kg dengan HET Rp. 10.250,-/Kg.

Kepala Bulog Budi Waseso yang turut bersama Mentan mengatakan, peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai upaya memonitor stabilisasi pasokan dan harga beras di pasar umum. "Peninjauan lapangan ini kami lakukan sebagai tindak lanjut gerakan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) yang kami lakukan secara masif di seluruh Indonesia," ujarnya.

Pantauan harga beras di berbagai daerah yang dilakukan oleh Bulog setiap minggu menunjukkan bahwa harga beras medium di beberapa daerah mengalami tren kenaikan, termasuk di PIBC. Pada akhir tahun harga beras memiliki tren kenaikan seiring dengan berkurangnya panen dan pasokan ke pasar.

Strategi yang dilakukan Bulog dalam gerakan KPSH yaitu dengan memerintahkan Divre dan subdivre Bulog di berbagai daerah untuk melaksanakan KPSH secara masif, memetakan preferensi konsumen terhadap beras di berbagai daerah, koordinasi intensif dengan Pemerintah Daerah, memperluas jaringan dan titik operasi pasar, serta menggandeng Satgas Pangan Polri untuk melakukan pengawasan dan meminimalisir penyimpangan. "Stok kami (Bulog) masih sangat cukup untuk menggelontor pasar agar menahan laju kenaikan harga beras di pasar," ujarnya.

Stok Melimpah

Hal yang sama terjadi di PIBC. Di mana stok melimpah namun tren harga menunjukkan kenaikan. "Hari ini kita cek di PIBC aja stoknya 50.000 ton, biasanya 20.000 - 30.000 ton maksimal," tutur dia.

Dia menegaskan dengan stok melimpah tersebut masyarakat diminta untuk tidak khawatir terjadi lonjakan harga beras. "Mudah-mudahan ini menjadi informasi masukan bagi seluruh masyarakat untuk tidak khawatir. Padahal tidak ada alasan naik harganya karena stok kita berlebihan. Hukum ekonomi itu kan kalau supply nya kurang naik harganya, ini kok kebalik (stok banyak harga naik)," ujarnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan penetrasi pasar beras medium dilakukan oleh Bulog kepada pedagang pengecer di pasar rakyat, distributor/mitra Bulog maupun melalui Satgas Bulog. Selain itu, sinergi BUMN juga dilakukan dengan melibatkan BUMN pangan dalam kegiatan KPSH, yaitu PT. Pertani, PIHC, RNI dan PPI.

Pada kesempatan serupa, Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto mengamini bahwa terjadinya anomali harga tersebut karena indikasi ada yang mengubah spesifikasi beras dari medium ke premium. "Nah ini menjadi tugas saya sebagai satgas pangan untuk melakukan pengawasan," ujarnya seperti dikutip Merdeka.com.

Setyo mengatakan, satgas pangan akan terjun ke pasar-pasar dan melakukan pengecekan. "Kita akan ngecek di pasaran dan melakukan uji laboratorium juga kepada kualitas beras yang ada di lapangan sehingga beras yang disebut medium sesuai dengan kriteria yang ada dan premium juga sesuai kualitas yang ada sehingga tidak ada lagi menipu masyarakat, jangan kualitas medium dijual premium," ujarnya.

Padahal, pengelola PIBCmengungkapkan mayoritas pasokan beras di pasar induk atau mencapai 80% merupakan beras dengan kualitas premium. Sedangkan sisanya baru beras medium atau hanya 20%.

Meski demikian, menurut Buwas, saat ini pergerakan harga beras masih cukup terkendali. "Kebutuhan beras belum betul urgen ini juga penyerapan masih kecil. Meskipun kita sudah menyentuh masyarakat yang butuh beras. Tidak hanya di pasar tapi juga di pemukiman supaya masyarakat dapat terutama beras medium," ujarnya.

Untuk diketahui, sejak Januari 2018 hingga saat ini Bulog telah menggelontorkan CBP (cadangan beras pemerintah) sebanyak 338.502 ton. Target penyaluran CBP per hari berkisar 10.000 ton hingga 15.000 ton. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

Permen KP 56/2016 Demi Lindungi Stok Kepiting dan Rajungan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluruskan anggapan keliru terkait pemberlakuan Permen KP No. 56 tahun 2016. Direktur…

Perundingan Perdagangan Bukan Hanya Kejar Kuantitas

NERACA Jakarta – Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai bahwa ambisi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan bebas yang…

BI Sebut Penyesuaian Bunga Tidak Mengacu ke The Fed - Bunga Acuan Naik

    NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo mengatakan keputusan bank sentral untuk menyesuaikan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Harga Penyebab Serapan Beras Bulog Rendah

NERACA Jakarta - Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Petani Indonesia (SPI), Agus Ruli menilai serapan beras yang diambil oleh…

KOREKSI PAKET KEBIJAKAN EKONOMI (PKE) KE-16 - Hanya 25 Bidang Usaha Terbuka 100% bagi Asing

Jakarta-Pemerintah akhirnya memutuskan porsi kepemilikan asing melalui PMA menjadi maksimum 100% terbatas bagi 25 bidang usaha dalam Paket Kebijakan Ekonomi…

YLKI Terima 200 Aduan Korban Pinjaman Fintech

NERACA Jakarta-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, sepanjang tahun ini telah menerima 200 aduan dari masyarakat yang menjadi nasabah dari…