Raih Peringkat Stabil, Laba Indosat Tumbuh 29% di 2011

Neraca

Jakarta - PT Indosat Tbk (ISAT) per 31 Desember 2011 mencatatkan laba bersih tumbuh 29% atau menjadi Rp835 miliar pada 2011 dibandingkan periode sama tahun lalu. Kenaikan laba ini diikuti kenaikan pendapatan usaha naik 3,9% menjadi Rp20,57 triliun pada 2011 dibandingkan periode sama sebelumnya. Hal ini didukung oleh pertumbuhan bisnis seluler.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (5/3). Disebutkan, pendapatan seluler naik 4,5% dibandingkan periode sama sebelumnya menjadi Rp16,75 triliun.

Sementara jumlah pelanggan mencapai 51,7 juta pada akhir tahun 2011 meski ARPU mengalami penurunan. Pendapatan non-seluler meningkat 1,5% didukung oleh peningkatan penggunaan sirkit layanan data. Untuk EBITDA margin sebesar 45,7% dengan memperhitungkan beban program Voluntarily Separation Scheme (VSS) yang merupakan bagian dari program Transformasi yang tengah dijalankan pada tahun 2011.

Bila tanpa beban VSS, EBITDA Margin Normalisasi adalah 48,1% atau meningkat 3,2% dibandingkan periode yagn sama tahun sebelumnya. Adapun total hutang mengalami penurunan 2.7% menjadi Rp23,40 triliun dan rating perusahaan tetap stabil.

Tercatat jumlah BTS(2G dan 3G) meningkat 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi 19.253 BTS, yang mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas layanan seluler di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, Pefindo menetapkan posisi perusahaan PT Indosat Tbk (ISAT) dengan peringkat Indosat `AA+. Menurut analis Pefindo Niken Indriarsih, Pefindo memandang bahwa perjanjian penjualan 2.500 menara yang dimiliki Indosat tidak memiliki dampak langsung terhadap peringkat perusahaan dan obligasi II tahun 2002, obligasi V tahun 2007, obligasi VI tahun 2008, dan obligasi VII tahun 2009, serta sukuk ijarah II tahun 2007, sukuk ijarah III tahun 2008, dan sukuk ijarah IV tahun 2009.

Kata Niken, walaupun hasil kas dari transaksi tersebut akan memperbaiki posisi likuidasi perusahaan dan berpotensi mengurangi pinjaman perusahaan, transaksi tersebut akan menimbulkan utang sewa pembiayaan baru.

Namun, Pefindo akan memantau dampak atas utang sewa pembiayaan baru ini terhadap struktur permodalan perusahaan. Indosat merupakan salah satu penyedia layanan telekomunikasi dan informasi terkemuka di Indonesia, mencakup layanan bisnis seluler, multimedia, internet, dan komunikasi data, serta jaringan telepon tetap.

Per 30 September 2011, pemegang saham Indosat adalah 65% dikuasai Qatar Telecom Pte Ltd, serta pemerintah Indonesia 14,3%, SKAGEN Funds 5,6% dan publik 15,1%. (bani)

Related posts