ITDC Siap Bangun Perkantoran di Nusa Dua

ITDC Siap Bangun Perkantoran di Nusa Dua

NERACA

Jakarta - Indonesia Tourism Development Center (ITDC), BUMN yang bergerak dalam pengembangan pariwisata di Nusa Dua Bali dan Mandalika Lombok, menyatakan siap membangun perkantoran di Nusa Dua Bali menyusul tingginya permintaan bisnis selama penyelenggaraan pertemuan IMF-WB.

"Bali saat ini bukan saja sebagai pusat pariwisata, tetapi juga sudah menadi pusat bisnis nasional dan internasional untuk itu perlu difasilitasi dengan gedung perkantoran," kata Direktur Utama ITDC atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), Abdulbar M. Mansoer di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (30/10).

Menurut dia, kawasan Nusa Dua saat ini sudah dilengkapi hotel dan resort berbintang, pusat perbelanjaan, museum, pusat budaya, padang golf dan juga rumah sakit, menjadikan kawasan ini menjadi destinasi sempurna berbagai event, bisnis, dan pertemuan dunia.

Abdulbar juga menjelaskan, sebagai lokasi wisata dan bisnis internasional, Nusa Dua memiliki standar keamanan yang tinggi, akomodasi bintang 5 dan layanan berkelas internasional."Kami juga punya lokasi yang sangat strategis. Dengan akses yang sangat mudah. Hanya 10 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai melalui tol Bali Mandara. Sekitar 20 menit dari Kuta dan 15 menit dari Jimbaran yang dilalui Jalan By pass Ngurah Rai," ujar Abdulbar.

Menjadi tuan rumah penyelengaraan kegiatan besar IMF 2018 dan berbagai acara berskala international, menjadikan The Nusa Dua bukan hanya sebagai tempat wisata namun lebih dari itu, The Nusa Dua juga akan menjadi pusat bisnis International. IMF dan Bank Dunia telah menunjuk Nusa Dua sebagai penyelenggara pertemuan tahunan organisasi keuangan pada 12-14 Oktober 2018 sehingga menempatkannya kawasan ini sebagai tujuan wisata dunia juga sebagai arena konferensi internasional.

Abdulbar M. Mansoer mengatakan, untuk mewujudkan perkantoran berkelas dunia, perusahaan menjalin kerjasama dengan CREA Premium Office untuk membangun perkantoran setinggi empat lantai dan seluas 6070 meter persegi. Di dalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas premium satelite airport, konsulat, service, co-working space, virtual office, business center, digital printing, dan berbagai fasilitas penunjang lain, bagi pelaku bisnis kreatif yang berada di dalam kawasan maupun di luar kawasan.

Dengan potensi pasar yang besar dan pertumbuhan perusahaan startup yang terus menggeliat, maka Indonesia mempunyai daya tarik tersendiri di mata investor.”Kehadiran CREA Premium Office di Bali menjadi pelengkap yang sempurna untuk mengakomodasi perusahaan lokal maupun international,” jelas dia.

Untuk melaksanakan rencana pembangunan Kawasan Pariwisata Nusa Dua, maka didirikan suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) atau Bali Tourism Development Corporation (BTDC). Sejalan dengan rencana pemerintah dalam strategi pengembangan pariwisata di Indonesia, sejak tanggal 16 Mei 2014 BTDC berubah nama menjadi PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Mohar

BERITA TERKAIT

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi - Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City

Siap Beri Kenyamanan Berbelanja di Era Serba Terkoneksi Hadirnya Logo Baru di HUT Electronic City NERACA Jakarta – Perjalanan bisnis…

KOTA SUKABUMI - Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat

KOTA SUKABUMI Bang Japar Siap Berjuang Bersama Umat NERACA Sukabumi - Pengurus Inti Ketua, sekretaris dan Bendahara (KSB) organisasi Kebangkitan…

Pertamina-Rosneft Akan Bangun Kilang Minyak di Tuban

NERACA Jakarta – PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan energi Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan

Pemerintah Perlu Awasi Ketat Aplikasi Digital Perhotelan NERACA Jakarta - Pemerintah perlu mengawasi lebih ketat aplikasi dan platform digital untuk…

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah

Karakteristik Pasar Perumahan Ekspatriat Tidak Berubah NERACA Jakarta - Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa karakteristik pasar perumahan untuk ekspatriat…

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan

Perlu Adanya Pembenahan Regulasi Perumahan   NERACA Jakarta - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta (Hipmi Jaya), Afifuddin Suhaeli…