Minat Investasi Syariah di DIY Tumbuh Signifikan - Pasar Sukuk Selalu Oversubscribe

NERACA

Yogyakarta - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan tren pertumbuhan investor pasar modal syariah di daerah ini terus meningkat dengan jumlah yang signifikan.”Hingga saat ini peminat investasi pasar modal syariah telah mencapai 40% dari total 36.622 investor di DIY," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irfan Noor Riza di Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, beberapa produk pasar modal syariah yang diminati masyarakat DIY sebagai wahana berinvestasi antara lain sukuk atau surat berharga syariah, serta reksadana syariah.”Sukuk saat diluncurkan di DIY selalu saja 'oversubscribe' demikian pula dengan reksadana syariah. Artinya, semakin banyak masyarakat DIY yang memanfaatkan pasar modal syariah sebagai wahana investasinya," ujar Irfan.

Disampaikannya, peningkatan jumlah investor syariah ikut didorong banyaknya upaya edukasi serta pameran yang digelar baik oleh BEI maupun Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di DIY. Seperti melalui acara Jogja Halal Fest kemarin, BEI membuka booth pameran dan mendapatkan 103 investor baru yang membuka rekening efek syariah.

Selain itu, Irfan mengatakan, sosialisasi tentang pasar modal yang digelar di sejumlah pondok pesantren di DIY juga mendapatkan renspons yang menggembirakan. Pasalnya, cukup banyak kalangan pesantren yang akhirnya menjadi investor setelah diedukasi. Oleh karena itu, dirinya berharap dengan pembentukan "Halal Club Jogja" oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama MES DIY dapat terbentuk sinergi untuk mengedukasi masyarakat DIY khususnya tentang investasi syariah. Sehingga nantinya dapat semakin menumbuhkan jumlah investor pasar modal di DIY.

Asal tahu saja, pihak BEI mengklaim pertumbuhan jumlah investor pasar modal di DIY setiap tahun cukup signifikan. Pada 2017 jumlah investor pasar modal masih mencapai 29.338 investor dengan demikian ada tambahan 6.584 investor baru pada tahun ini.”Saat kami pertama buka kantor perwakilan BEI di DIY pada 2009 jumlah investor saat itu bahkan baru sekitar 900-an investor,"ungkap Irfan.

Sementara itu, BEI DIY juga mencatat untuk transaksi pasar modal selama lima bulan mulai Januari hingga Mei 2018 rata-rata mencapai Rp649 miliar. Dengan pencapaian tersebut, Irfan berharap sampai akhir tahun rata-rata transaksi bulanan DIY dapat bertumbuh seiring semakin meleknya masyarakat DIY tentang wahana investasi pasar modal ini.

Menurut Irfan, antusiasme masyarakat di DIY terus bertambah. Tengok saja, program sekolah pasar modal yang diselenggarakan di kantor BEI DIY dengan kapasitas 20 kursi selalu penuh dan masuk antrean daftar tunggu.”Sehingga sekolah pasar modal yang biasanya kami adakan sebulan dua kali, harus kami tambah menjadi lima kali dalam sebulan. Semua peserta juga membuka rekening efek," kata dia.

Pertumbuhan investasi di DIY, lanjutnya, juga didorong dengan efektifnya pembentukan galeri investasi di kampus. Hingga Mei 2018 galeri investasi terbentuk di 35 kampus di DIY. Sebelumnya, Irfan juga menyebutkan untuk memperluas cakupan investor pasar modal BEI DIY juga berencana membentuk galeri investasi di beberapa pasar tradisional di Yogyakarta. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Permintaan Pasar Meningkat - Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu…

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok  NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…