Gunung Raja Paksi Bidik IPO Rp 1 Triliun - Danai Modernisasi Pabrik

NERACA

Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Gunung Raja Paksi bakal mencari pendaan di pasar modal lewat penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO). Perusahaan yang bergerak di bidang usaha baja ini bakal 10,22% sahamnya ke publik dengan menggunakan buku Juni 2018. Lewat aksi korporasi tersebut, perusahaan membidik dana segar sebesar Rp 1 triliun.

Presiden Direktur Gunung Raja Paksi, Alouisius Maseimilian mengatakan, perusahaan memilih IPO ini untuk menghadapi persaingan bisnis dan antisipasi kondisi global. Dengan begitu perusahaan lebih mudah mendapatkan akses pendanaan melalui pasar modal.”Tidak terlalu besar lepasnya, sekitar 10,22% di market, tahap awal. Total target dana mungkin Rp 1 triliun ke atas,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menyebutkan, setelah melakukan aksi korporasi ini perusahaan akan mengakuisisi satu perusahaan milik induk usahanya dengan tujuan untuk mengembangkan bisnis perusahaan sebangai produsen produk baja. Pabrik yang ada saat ini memiliki kapasitas produksi sebesar 2,8 juta ton baja per tahun dengan tingkat utilisisasinya sudah maksimal. Untuk itu, ke depan perusahaan berniat untuk memodernisasi pabriknya dengan mengganti mesin yang sudah ada untuk mempercepat proses produksinya.

Menurut dia, saat ini penjualan perusahaan mayoritas masih di dalam negeri mengingat tingkat kebutuhan baja dalam negeri masih sangat tinggi. Sementara 5% lainnya dieskpor ke Amerika Serikat, Eropa dan beberapa negara di Asia. Sementara Direktur Utama Kresna Sekuritas, Octavianus Budianto yang dipercayakan sebagai penjamin emisi membenarkan, PT Gunung Raja Paksi bakal melepas saham ke publik sebesar 10,22% atau sebanyak 1,238 miliar saham.

Rencananya, perusahaan ini akan menggunakan dana IPO untuk dua keperluan yakni keperluan modal kerja dan juga keperluan refinancing. Namun, Octavianus tak merinci berapa dana yang akan digunakan untuk refinancing maupun untuk modal kerja. Disampaikannya, emisi dari IPO tersebut juga cukup besar. Asal tahu saja, hingga bulan Juni 2018 saja, perusahaan ini memiliki aset sebesar US$ 1,1 miliar (Rp 16,5 triliun, kurs Rp 15.000/US$).

Hingga periode tersebut perusahaan mengantongi pendapatan sebesar US$ 426 juta dengan laba bersih sebesar US$ 17 juta. EBITDA perusahaan mencapai US$ 55 juta. PT. Gunung Raja Paksi (GRP) memproduksi lembaran baja yang terdiri dari pelat dan gulungan baja. Kapasitas produksi gabungan mencapai 2.500.000 ton pertahun. Gunung Raja Paksi merupakan salah satu anak usaha dari Gunung Steel Group yang beroperasi di wilayah Cikarang.

Hingga kini sudah ada 44 perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun 2018 yang lalu. BEI mencatat masih ada sekitar 20 perusahaan yang masih ada di pipeline di semester II-2018.

BERITA TERKAIT

Alokasikan Capex Rp 2,5 Triliun - Charoen Pokphand Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta – Tingkatkan kapasitas produksi pakan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berencana membangun dua pabrik baru dengan belanja modal…

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…