Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA

Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan penambahan modal Rp 110,42 miliar kepada PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM). Dengan demikian, total modal dasar KKDM selaku pemegang konsensi jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) menjadi Rp2,6 triliun.

Sekretaris Perusahaan WSKT, M Indrayana dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyampaikan, peningkatan modal disetor dan ditempatkan tersebut akan digunakan oleh KKDM untuk memenuhi kebutuhan operasional.”JIka WTR selaku pemegang saham KKDM tidak melakukan penambahan modal maka akan berpengaruh secara tidak langsung terhadap WSKT sebagai kontraktor pada proyek tol Becakayu,” kata Indrayana.

Dengan peningkatan modal disetor tersebut, WTR tetap memiliki 99,65% saham KKDM atau senilai Rp2,203 triliun. Sedangkan sisanya atau 0,35% saham dipegang oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Asal tahu saja, menyadari besarnya kebutuhan dana operasional dalam pengembangan bisnis jalan tol, Waskita Toll Road berniat menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) dengan target dana Rp 1,16 triliun pada periode kuartal IV-2018 hingga tahun 2019.

Sekretaris Perusahaan Waskita Toll Road, Alex Siwu pernah bilang, surat utang itu bagian dari program MTN II WTR dengan target penggalangan dana hingga Rp 1,5 triliun. Disampaikannya, perseroan telah merilis MTN II tahap I seri A senilai Rp 338,8 miliar beberapa pekan lalu. Dana ini untuk keperluan pembiayaan talangan pengadaan tanah. Meski sudah meraih dana tersebut, pihaknya berpotensi kembali menerbitkan seri B dengan target dana hingga Rp 900 miliar sebelum akhir 2018.”Terkait pendanaan dari MTN II, kami berniat membaginya menjadi dua tahap, yakni tahap satu Rp 900 miliar dan tahap dua Rp 600 miliar. Hanya saja tahap II kemungkinan akan diselesaikan pada 2019,” ujar Alex.

Mengenai instrumen MTN, dia menuturkan, WTR sengaja memilih surat utang tersebut karena secara karakteristik memiliki tenor lebih pendek, dibandingkan obligasi. Apalagi tujuan penggunaan dana hanya sebagai dana talangan untuk keperluan pembiayaan pembelian tanah atas proyek pembangunan jalan tol. “Jadi sebetulnya, kami menerbitkan MTN II sambil menunggu pengembalian pembayaran lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” ungkap dia.

BERITA TERKAIT

Pasar Modal di 2019 Lebih Menggairahkan - Tekanan Sudah Mereda

NERACA Jakarta – Bila sebagian pelaku pasar menilai tahun politik di 2019 mendatang, menjadi  kondisi yang cukup mengkhawatirkan di industri…

United Tractors Serap Belanja Modal 65%

NERACA Jakarta – Selain pencapaian kinerja yang cukup apik, di kuartal tiga 2018, PT United Tractors Tbk (UNTR) telah merealisasikan…

BSDE Serap Belanja Modal Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta - Selain penjualan tumbuh 12% di kuartal tiga 2018, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) juga mengungkapkan telah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…