Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy Tbk (SURE) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).”Sehubungan terjadinya unusual market activity, bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sejak dicatatkan pada 5 Oktober lalu, saham perseroan melonjak hingga 199,61% yakni dari Rp262 menjadi Rp785. Adapun pada perdagangan hari ini saham perseroan ditutup menguat sebesar 24,6%. Para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Investor juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi.

Bursa juga mengimbau agar investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan dalam RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.”Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," ujar Lidia.

BERITA TERKAIT

Permintaan Pasar Meningkat - Produksi Batu Bara Golden Energy Tumbuh 45%

NERACA Jakarta – Kuartal pertama 2019, PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) membukukan pertumbuhan produksi batu bara 45%. “Produksi batu…

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

Trans Power Bagi Dividen Rp 26,6 Per Saham

NERACA Jakarta – Sukses mencetak pencapaian kinerja keuangan yang apik sepanjang tahun lalu, mendorong PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…