Antam Garap Proyek Senilai US$ 320 Juta - Gandeng Kerjasama OENI

NERACA

Jakarta - Geliat bisnis PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) makin agresif, terlebih perseroan belum lama ini telah menandatangani Head of Agreement HoA) proyek pabrik nickel pig iron (NPI) blast furnace Halmahera Timur dengan Ocean Energy Nickel International PteLtd (OENI). Nilai proyek itu sebesar US$ 320 juta. ANTM memperoleh porsi kepemilikan 30%. Sedang OENI sebesar 70%.”Namun, kami memiliki opsi pembelian saham menjadi mayoritas setelah lima tahun operasi,”kata Direktur Utama ANTM, Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta, kemarin.

Dalam proyek tersebut, ANTM bakal menjamin ketersediaan bijih nikel. Sementara OENI menjadi pihak yang bertanggung jawab soal pendanaan dan penyelesaian konstruksi tepat waktu. Proyek NPI blast furnace itu memiliki kapasitas produksi 30.000 ton nikel yang terdiri dari delapan lini produksi. Dua lini produksi pertama diharapkan bisa mulai berproduksi pada kuartal IV 2020. Sedang operasi secara penuh ditargetkan mulai 2023.

Arie menambahkan, proyek NPI blast furnance merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola ANTM. "Proyek ini akan menambah total produksi nikel tahunan ANTM sehingga diharapkan turut mendongkrak kinerja," pungkasnya.

Hingga akhir tahun ini, Antam targetkan proyek penambahan kapasitas produksi feronikel sebesar 50% di pabrik Halmahera Timur (Haltim) bisa rampung. Direktur Operasi Antam, Hari Widjajanto pernah bilang, penambahan kapasitas pabrik feronikel ini dilakukan seiring meningkatnya penjualan feronikel pada semester I/2018 yang mencapai 12.811 Ton Nikel dalam Feronikel (TNi) atau naik 37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 9.327 TNi. ”Proyek pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) ini merupakan proyek kunci Antam. Apalagi, produksi feronikel menjadi penyumbang terbesar kedua dari total penjualan kami," jelasnya.

Hari mengungkapkan, progres pembangunan pabrik ini sudah mencapai 67% per semester I/2018 dan ditargetkan rampung akhir 2018. Dengan selesainya pabrik ini, maka kapasitas terpasang bertambah hampir dua kali lipat dari 27.000 TNi menjadi 40.500 Tni per tahun.”Untuk membangun dan memperbesar kapasitas pabrik feronikel, tahun ini belanja modal yang disiapkan sekitar Rp3,2 triliun," imbuhnya.

BERITA TERKAIT

Targetkan Penjualan Rp 1,7 Triliun - Duta Pertiwi Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Tangerang  -Mempertimbangkan pasar properti yang masih lesu, PT Duta Indah Pertiwi Tbk (DUTI) mematok pertumbuhan bisnis konservatif dengan menargetkan…

Investasikan Dana US$ 8 Juta - Pelita Samudera Beli Satu Kapal Kargo MV

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis di sektor logistik, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah merampungkan transaksi pembelian satu…

KERJASAMA

Direktur Utama BGR Logistics M Kuncoro Wibowo (ketiga dari kanan) bersama Direktur Utama WIKA Industri Energi Andi Nugraha (ketiga dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…