Museum Pasifika, Objek Wisata Kelas Dunia di Jantung Nusa Dua

Belum lama ini, kabar menggembirakan datang dari Museum Pasifika yang menerima penghargaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Perancis, berupa 'certificate of appreciation' (CoA). Penghargaan itu diberikan kepada salah seorang pendiri Museum Pasifika, Philippe Augier.

Perancis menilai kiprah Philippe Augier selama ini turut meningkatkan hubungan baik antara Indonesia dengan Perancis, khususnya di bidang seni budaya dan ekonomi. Penghargaan ini baru pertama kali diberikan oleh KBRI di Paris. Secara khusus, penghargaan ini diberikan kepada warga negara yang dinilai memiliki kontribusi besar untuk membangun hubungan baik antarnegara, khususnya di bidang seni budaya dan ekonomi.

Sebagai salah seorang pendiri Museum Pasifika, Philippe Augier, menyatakan rasa terima kasih atas penghargaan yang telah diterima dari KBRI Perancis. "Untuk bidang ekonomi dan budaya, saya memang sudah terlibat berpuluh tahun lalu. Sudah tidak terhitung jumlah investor dari Perancis yang diperkenalkan potensi investasi di Indonesia," ujar Philippe, seperti yang dikutip dari Antara.

Selain mengenalkan potensi investasi di Indonesia, pria berkebangsaan Perancis yang bermukim di Indonesia ini telah mendirikan Museum Pasifik sejak tahun 2006. Museum ini ia bangun bersama Popo Danes (seniman Bali), dan Moektaryanto (pengusaha dari Yogyakarta).

Museum Pasifika terletak di Nusa Dua, Provinsi Bali, menyimpan 600 koleksi seni dan budaya, seperti lukisan dan patung, dari negara-negara Asia Pasifik. Museum ini disebut sebagai 'The Largest Asia Pacific Art Museum' Terletak persis di 'jantung' Nusa Dua, museum ini menjadi tempat yang representatif bagi siapa saja yang ingin menyelami dan mempelajari seni budaya dari wilayah Asia Pasifik.

Kualitas koleksinya pun terbilang sangat baik, sehingga tak heran jika Museum Pasifika kerap menjadi tujuan wisata budaya bertaraf internasional. Museum Pasifika mengusung koleksi yang unik perpaduan beragam genre seni, mulai dari Raden Saleh hingga ke Lempad, dari Affandi dan Hendra Gunawan hingga ke Kobot, yang seluruh koleksinya berasal dari 50 artis Indonesia.

Salah satu misi Museum Pasifika adalah untuk menciptakan pusat seni internasional, menawarkan program pendidikan seni kepada anak-anak dan siswa sekolah Indonesia dan Bali. Guna mendukung edukasi pada generasi muda, maka sudah lebih dari 30 ribu anak sekolah dan siswa memilih untuk mengunjungi Museum Pasifika. Sebagian besar digratiskan, atau dengan biaya simbolis."Kalau untuk museum, saya tidak membicarakan berapa biaya yang diperlukan untuk membangun atau biaya perawatan setiap bulan," ujarnya.

"Ini bicara soal kecintaan dan pelestarian pada seni budaya. Bagaimana agar budaya di dunia ini tidak hilang begitu saja. Ini tidak bisa dinilai dengan sekadar uang," katanya.

Apalagi, ia melanjutkan, di Bali ada Kabupaten Gianyar yang menjadi daerah kedua di Indonesia setelah Yogyakarta, yang telah diusulkan menjadi anggota kota kerajinan dunia atau WCC (World Craft City).

Menurutnya segala bentuk seni dan kerajinan hidup dan berkembang di Gianyar, apalagi Gianyar banyak didukung oleh seniman-seniman muda yang kreatif dan inovatif. Potensi Gianyar itu akan bersinergi dengan Museum Pasifika.

Dalam skala dunia, ia menuturkan, sejak tahun 2013 sampai 2015 Museum Pasifika mendapat predikat Traveller's Choice peringkat pertama dari sebuah situs wisata terbesar di dunia, tripadvisor. Museum Pasifika juga telah dapat peringkat keempat dari 52 objek wisata di Nusa Dua, serta masuk peringkat ke-30 dari 500 objek wisata di Bali.

Sudah ada tujuh kepala negara, 300 menteri dan lebih dari 80 duta besar dari berbagai negara yang telah datang ke Museum Pasifika. Hal ini tidak mengherankan, karena wisatawan jika berkunjung ke Bali, sebagian besar ingin mencari aspek seni dan budaya.

BERITA TERKAIT

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…

WHO: Kasus Campak Meningkat 30Persen di Dunia

Kasus campak di dunia melonjak hingga 30persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat peningkatan terbesar terjadi…

Peduli Dunia Pendidikan - PetroChina Salurkan Beasiswa Pelajar Berprestasi

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada dunia pendidikan, SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung Ltd menyalurkan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Strategi Pariwisata Era Digital Menpar

Menpar Arief Yahya berbicara soal Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations (GPR) Menuju Era Komunikasi 4.0 dalam acara Sinergi…

Barelang Marathon di Meriahkan Ratusan Pelari Internasional

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 mendapat respons positif dari 253 pelari dari lima benua yang berkumpul di Batam.  Nomor…

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…