Genjot Transaksi Multilateral, JFX Tingkatkan Edukasi Bursa Berjangka - Bidik Transaksi Sebesar 5%

Neraca

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi yang positif menjadi peluang bagi PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) untuk terus meningkatkan transaksi multilateral sebesar 5%. Maka untuk merealisasikan target tersebut, perseroan terus melakukan edukasi guna meningkatkan minat pasar pelaku komoditi.

Investor relation Ratna S Rahatmi mengatakan, transaksi multilateral tahun ini dipatok 5% dan terus melakukan edukasi kepada pelaku pasar, “Target tahun ini diyakini bisa tercapai dengan kondisi pasar dan ekonomi yang positif,”katanya di Jakarta, Rabu (29/2).

Dia menyebutkan, transaksi multilateral secara kumulatif pada tahun 2011, tercatat sejumlah 67.586 Lot YoY 15.949 Lot tahun 2010 dengan rata-rata transaksi harian untuk 2011 berkisar 330 Lot/hari dengan peningkatan sekitar 700% dari 2010 dengan 64Lot/hari.

Kemudian sistem yang digunakan dalam transaksi multilateral yaitu sistem perdagangan JAFeTS antara lain ducth auction dan continious auction. Penjelasannya, dalam 15 menit pertama penawaran jual dan beli diajukan atau dikumpulkan oleh sistem. Kemudian, setelah 15 menit pencocokan harga dilakukan dengna rebutan price priority – time priority.

Kontrak multilateral yang diperdagangkan antara lain kontrak berjangka Olein (20 ton dan 10 ton), kontrak berjangka emas (1kg dan 250gr), kontrak gulir indeks emas, kontrak gulir emas, kontrak gulir USD dan kontrak berjangka kakao.

Transaksi yang di perdagangkan di JFX adalah multilateral dan bilateral. Transaksi multilateral adalah transaksi antar berbagai pihak (many to many). Sedangkan transaksi bilateral yaitu transaksi antara sistem transaksi dimana lawan transaksi nasabah adalah pihak penyelenggara.

Kata Ratna, syarat produk yang diperdagangkan adalah mekanisme pasar yang murni (bebas dari intervensi pemerintah), volatile (fluktuasi yang tinggi), dan komoditi yang diproduksi massal serta memiliki standarisasi mutu yang tinggi. “Mekanisme pasar yang tidak terintervensi pemerintah, volatile, dan standart produk yang bermutu,” tegas Ratna.

Kemudian, dalam bursa berjangka terdiri dari pelaku bursa berjangka. Antara lain, bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, sentra dana berjangka, pialang berjangka dan pedagang berjangka.

Untuk kontrak bilateral yang diperdagangkan dalam dalam sistem perdagangan alternatif yaitu, kontrak derivatif antar mata uang asing, kontrak derivatif indeks saham (indeks saham korea, jepang, hongkong dan amerika) dan kontrak gulir loco london.

Perdagangan dalam kontrak bilateral mengalami peningkatan sekitar 23% untuk 2011 dengan jumlah transaksi 7,508,084 dari 2010 dengan transaksi 5,401,073. rata-rata transaksi harian 2011 sejumlah 29,057/hari dari 20,733/hari pada tahun 2010.

Manfaat dari perdagangan berjangka adalah penentuan dan menciptakan transparansi harga untuk pelaku komoditi (price discovery). Hedging (lindung nilai) untuk antisipasi resiko harga (risk management) dan kemudahan memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan.

Dalam perdagangan bursa berjangka, struktur dari regulasi yang kuat merupakan salah satu pilar terpenting untuk memajukan perdagangan. Regulator yang berkembang antara lain badan pengawas dan pedagangan berjangka komoditi (Bappebti), bursa berjangka dan lembaga kliring yang memonitoring perkembangan bisnis dan tanggung jawab keuangan anggotanya.

Asal tahu saja, JFX sampai saat ini memiliki anggota bursa (AB) sejumlah 116, pialang sejumlah 66 dan pedagang sejumlah 32. (Yahya)

Related posts