Anggota Dewan Pengarah BPIP - Musuh Kita Ketidakadilan dan Kemiskinan

Prof Mahfud MD

Anggota Dewan Pengarah BPIP

Musuh Kita Ketidakadilan dan Kemiskinan

Makassar - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Mahfud MD mengatakan musuh Indonesia sebenarnya bukan negara lain dengan kolonialisme fisik, tetapi masalah ketidakadilan dan kemiskinan.

"Musuh kita itu ketidakadilan. Saudara beli senjata F16, misalnya, mau berperang dengan siapa. Tapi yang harus diperangi itu koruptor-koruptor yang merugikan negara ini. Sehingga, arah nasionalisme baru kita kedepan harus ada keadilan," kata dia pada kuliah umum bertema "Pemantapan Ideologi Pancasila Untuk Menjaga Eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia" di Gedung Rektorat Unhas, Makassar, dikutip dari Antara, kemarin.

Mahfud juga mengatakan dalam presentasinya, Indonesia bukanlah negara agama yang berdasarkan pada satu agama tertentu. Namun, Indonesia bukan juga negara sekuler karena agama-agama di Indonesia menjadi spirit kehidupan bernegara dan mempengaruhi berdirinya negara Indonesia.

"Itulah yang disebut Pancasila yang mempunyai fungsi sebagai dasar negara dan selain dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara melahirkan hukum-hukum, undang-undang dasar, peraturan pemerintah, keputusan rektor, perpres dan lain-lain yang pemberlakuannya harus diikuti dan dipaksakan oleh negara," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Sebagai dasar (hukum) negara, menurut ahli tata negara tersebut, Pancasila menghadapi masalah dan tantangan, yaitu dari sisi pembentukan dan penegakan hukum. Dalam pembentukan hukum di Indonesia masih terjadi jual-beli pasal.

Penegakan hukum juga masih lemah dan diwarnai tindak korupsi. Selain sebagai dasar negara, kata Mahfud, Pancasila mempunyai fungsi lain sebagai cara pandang, cara berperilaku, pedoman etik, pemersatu, dan lain-lain yang tidak berbentuk hukum. Hanya saja, Pancasila bukan sebagai dasar negara ini menghadapi tantangan gerakan mengganti sistem, seperti kesenjangan, intoleransi, radikalisme, hingga munculnya ide negara khilafah. Ant

BERITA TERKAIT

Kolaborasi Kitabisa.com dan Baznas - Gojek Gotong Royong “Bangun” Palu dan Donggala

Peduli atas nama kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Gojek bersama mitra driver dan konsumennya ikut ambil…

Ini Penyebab Bau Mulut dan Cara Mengatasinya

Meski sepele, tapi bau mulut bisa berdampak pada kepercayaan diri seseorang. Selain itu, bau mulut juga bisa jadi pertanda beberapa…

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan NERACA Katowice, Polandia - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Indonesia-Inggris Perkuat Kerja Sama Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan NERACA Katowice, Polandia - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 8…

Inkindo : Profesi Konsultan Rentan Terjerat Persoalan Hukum

Inkindo : Profesi Konsultan Rentan Terjerat Persoalan Hukum NERACA Jakarta - Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) menyebutkan profesi konsultan rentan…

KPPU Sosialisasi Kewajiban Pemberitahuan Merger & Akuisisi

KPPU Sosialisasi Kewajiban Pemberitahuan Merger & Akuisisi NERACA Jakarta - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan Sosialisasi Merger dan Akusisi…